Judul di atas adalah kalimat yang jadi jargonnya para bobotoh Persib di seluruh tatar pasundan, baik yang terorganisasi seperti Viking, Bomber, Rebolan, Jurig Persib, Casper dan Persib-1337; maupun yang tidak terorganisasi dan tersebar di seluruh Nusantara.
Rabu kemarin (18/4) Maung Bandung harus menelan kekalahan di stadion Surajaya, Lamongan, kandang-nya Persela. Rada sakit memang, karena kekalahan tersebut diputuskan pada menit-menit akhir, akibat pelanggaran yang dilakukan Suwita Pata.
Komentar?
"Sib, nanaonan meuli si Bekamenga mahal-mahal, mending oge meuli wasit ka PSSI." (seorang bobotoh, sebut saja Mawar <" alt="" border="0" />—[if !vml]—>
- taken from PR). Mungkin ini adalah bentuk kekecewaan terhadap kepemimpinan wasit di pertandingan tersebut.
Alhasil, saat ini persib berada di posisi runner-up dengan point 30 dari 15 kali partai yang sudah dilaksanakan. Tentu saja kesempatn menjadi jawara di musim 2006/2007 ini masih terbuka, dengan catatan kekalahan-kekalahan semacam ini tidak terjadi banyak-banyak
Persib, Persatuan Sepakbola Indonesia Bandung, secara resmi didirikan pada tahun 1933, tepatnya tanggal 14 maret. Persib adalah salah satu Klub perserikatan yang masih eksis sampai saat ini, dan menjadi klub kecintaan warga sunda.
Mengapa tim sepak bola ini sangat dicintai oleh warga pasundan (Paling tidak, porsinya lebih dibanding dengan klub-klub lain yang berada di Jawa bagian barat)?
Mungkin jawabannya, selain karena usianya yang sudah cukup tua, Persib adalah milik rakyat kelas bawah dari awalnya. Merupakan gabungan dari klub-klub sepak bola pribumi: SIAP, Soenda, Singgalang, Diana, Matahari, OVU, RAN, HBOM, JOP, MALTA, dan Merapi. Pada saat itu (1933) di Bandung ada pula klub lain yang disponsori oleh Belanda, Voetbal Bond Bandung & Omstreken (VBBO), pastinya cukup terasa sekali ego dan nasionalisme rakyat Bandung saat itu yang akhirnya merembet ke masyarakat jawa bagian barat yang lain.
Pernah berkandang di Tegallega dan Ciroyom, Lapangan UNI, Lapangan SIDOLIG, dan Lapangan SPARTA (kini Stadion Siliwangi). Persib telah menorehkan sejarah prestasi yang unik, klub sepak bola yang menjuarai kompetisi perserikatan terakhir (1994) dan menjadi jawara pertama dalam Liga Indonesia modern (1995). Lengkapnya, Persib telah membukukan 8 kali runner-up dan 5 kali juara kompetisi perserikatan serta satu kali juara Liga Indonesia.
Berikut prestasi-prestasi yang pernah diraih oleh Persib dari kurun waktu 1933 sampai dengan 2007:
- Kompetisi Perserikatan 1933 Runner-up (masih bernama BIVB Bandung)
- Kompetisi Perserikatan 1934 Runner-up (masih bernama BIVB Bandung)
- Kompetisi Perserikatan 1936 Runner-up
- Kompetisi Perserikatan 1937 Juara
- Kompetisi Perserikatan 1950 Runner-up
- Kompetisi Perserikatan 1959 Runner-up
- Kompetisi Perserikatan 1961 Juara
- Kompetisi Perserikatan 1966 Runner-up
- Kompetisi Perserikatan 1982/83 Runner-up
- Kompetisi Perserikatan 1984/85 Runner-up
- Kompetisi Perserikatan 1986 Juara
- Kompetisi Perserikatan 1990 Juara
- Kompetisi Perserikatan 1994 Juara
- Liga Indonesia 1994/1995 Juara
12 tahun, sudah cukup lama persib paceklik juara, kita lihat apakah musim ini akan menjadi titik balik, ataukah Persib masih harus puas dengan lumbung prestasinya yang terus kosong?!
"Saya juga bobotoh, bobotoh yang cinta damai, bobotoh yang bangga dengan luhungnya budaya keramahan dan persaudaraan sunda, bobotoh yang santai…"