Soliter

April 18, 2008

Pindahan Yuk Kawan…

Yuk mari ke..

http://belajarmenulis.wordpress.com

http://belajarmenulis.wordpress.com

http://belajarmenulis.wordpress.com

http://belajarmenulis.wordpress.com

http://belajarmenulis.wordpress.com

http://belajarmenulis.wordpress.com

http://belajarmenulis.wordpress.com

Yuk ah.. 

February 15, 2008

Selamat Pagi Indonesia

Kategori: syair, indonesia

sedetik yang lalu adalah masa yang sudah lewat,
mari kita hidup dalam detik ini,
detik di mana kita bisa mengolah hidup,
menyambut masa depan yang lebih cerah..
(more…)

January 24, 2008

Netra

Kategori: syair

Kita tak berani lagi untuk jujur pada kepala sendiri
(more…)

December 26, 2007

Open Up Your Heart and Let The Sunshine In

Kategori: syair, privasi

Buka mata dan hati..
Saat keadaan marah dan tersakiti

Buka mata dan hati..
Dalam kondisi tertekan dan terasing

Buka mata dan hati..
Ketika merasa kalah dan terpuruk

(more…)

November 9, 2007

Kontemplasi

Kategori: syair, privasi

Seperti kata Gie.. "Aku tak tahu mengapa, aku merasa agak melankolik malam ini.." (1969)
(more…)

August 5, 2007

Indonesia Raja

Kategori: syair, indonesia



(more…)

July 21, 2007

Wisuda

Kategori: syair, privasi

lalu kapan saya akan diwisuda
adik kelas sudah lebih dulu
rasa cemas merasa masih begini
teman baik sudah di d.o.
(more…)

June 24, 2007

Dialog Dua Hati

Kategori: manusia, syair, islam

Syair ini ditulis alm. ust. Rahmat Abdullah rahimahullah,
disenandungkan dalam bait-bait nasyid Suara Persaudaraan.

Menceritakan kepada kita tentang do’a dan cita-cita.
Sebuah harapan dan ‘azzam terbentuknya unit terkecil organisasi manusia,
keluarga.

Semuanya terangkai dalam satu gubahan yang sederhana,
kental dengan balutan suasana ruhiyah.

Syair nasyid yang selalu membuat saya bergetar
dan sering, entah kenapa, menitikkan air mata..

 

 

Duhai kekasih hati
kugubahkan nasyid ini
s’bagai tanda cinta suci
dalam naungan ilahi

Hari demi hari
bersamamu kulewati
dalam suka dalam duka
dalam meniti ridloNya

Ikrarkan bersama
untuk tetap di jalanNya
bahtera rumah tangga
t’ladankan rosul mulia 

Didik putra-putri
s’bagai amanah ilahi
bekali akhlaq imani
jadikan mukmin sejati

Insya Allah, insya Allah, insya Allah

 

—-
Ust Rahmat Abdullah 

 

June 17, 2007

Bidadari Penyelamat

Kategori: manusia, syair, indonesia

 

Ratu adil?

 

6.30 pagi…
aku sudah terbangun
Matahari bersinar…
tapi tak terasa panas
Setan dalam hati tertawa
Teringat kejadian semalam
Semua bilang aku salah jalan
Tapi nggak ada satupun yang punya peta

Haripun berlalu…
Tak sadar sudah tahunan
Kemana bidadariku pergi…
Yang bisa menyelamatkanku
Seharusnya dia dari tadi…
sudah berada disini
Malaikat hatiku terbelenggu
Akal sehatku pun mati

Semua orang coba-coba untuk menolong
Tapi terdengar seperti menggonggong

Haripun berlalu…
aku tercebur semakin dalam….

 

—-
Slank 

 

 

 

Seperti digambarkan oleh musik tradisional,
kalian selalu menunggu pemimpin yang akan membawa ke kejayaan,
bukannya tiap orang mengatakan bahwa ia-lah pemimpin yang membawa kepada kejayaan itu.

Pram, cuplikan dialog roman "Bumi Manusia"

June 16, 2007

RAN..

Kategori: syair, privasi

Semua yang berawal pastinya akan berakhir
bagaimanakah kiranya kalau sama sekali tidak berawal?

Sudilah sejenak engkau menyimak kata sebentar saja
elegi yang aselinya om sapardi sediakan, dan kini kupergunakan.. 

 

aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu
kepada api yang menjadikannya abu

aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan
kepada hujan yang menjadikannya tiada


 

 

—-
Bandung di subuh hari,
karena sebuah rasa cinta..

June 12, 2007

With God on Our Side

Kategori: syair

Isi tidak sepenuhnya setuju,
Tapi saya selalu suka puitisme satire,,
Cerita Bob Dylan tentang tuhannya..


Oh my name it is nothin’
My age it means less
The country I come from
Is called the Midwest
I’s taught and brought up there
The laws to abide
And that land that I live in
Has God on its side.

Oh the history books tell it
They tell it so well
The cavalries charged
The Indians fell
The cavalries charged
The Indians died
Oh the country was young
With God on its side.

Oh the Spanish-American
War had its day
And the Civil War too
Was soon laid away
And the names of the heroes
I’s made to memorize
With guns in their hands
And God on their side.

Oh the First World War, boys
It closed out its fate
The reason for fighting
I never got straight
But I learned to accept it
Accept it with pride
For you don’t count the dead
When God’s on your side.

When the Second World War
Came to an end
We forgave the Germans
And we were friends
Though they murdered six million
In the ovens they fried
The Germans now too
Have God on their side.

I’ve learned to hate Russians
All through my whole life
If another war starts
It’s them we must fight
To hate them and fear them
To run and to hide
And accept it all bravely
With God on my side.

But now we got weapons
Of the chemical dust
If fire them we’re forced to
Then fire them we must
One push of the button
And a shot the world wide
And you never ask questions
When God’s on your side.

In a many dark hour
I’ve been thinkin’ about this
That Jesus Christ
Was betrayed by a kiss
But I can’t think for you
You’ll have to decide
Whether Judas Iscariot
Had God on his side.

So now as I’m leavin’
I’m weary as Hell
The confusion I’m feelin’
Ain’t no tongue can tell
The words fill my head
And fall to the floor
If God’s on our side
He’ll stop the next war.

 

—-
Bob Dylan

May 30, 2007

Donna Donna Donna

Kategori: manusia, syair


On a wagon bound for market
there`s a calf with a mournful eye.
High above him there`s a swallow,
winging swiftly through the sky.

How the winds are laughing,
they laugh with all their might.
Laugh and laugh the whole day through,
and half the summer’s night.

Donna, Donna, Donna, Donna;
Donna, Donna, Donna, Don.
Donna, Donna, Donna, Donna;
Donna, Donna, Donna, Don.

"Stop complaining!“ said the farmer,
Who told you a calf to be?
Why don`t you have wings to fly with,
like the swallow so proud and free?“

Calves are easily bound and slaughtered,
never knowing the reason why.
But whoever treasures freedom,
like the swallow has learned to fly.

 

—-
Joan Baez

May 27, 2007

Imaginary Revolution

Kategori: syair

Katanya mau jalan
Ngomongnya mau gerak
Gayanya mau nggebrak

Hanya lisan dan lagak

 

May 25, 2007

Tentang Sebuah Gerakan

Kategori: manusia, syair, indonesia

 

Apresiasi yang sangat tinggi untuk mas Wiji Thukul,,
terasa sekali emosi yang meluap dalam setiap bait syairnya

 

 

tadinya pengin bilang
aku butuh rumah
tapi lantas kuganti
dengan kalimat:
setiap orang butuh tanah
ingat: setiap orang! 

aku berpikir tentang
sebuah gerakan
tapi mana mungkin
aku nuntut sendirian?

aku bukan orang suci
yang bisa hidup dari sekepal nasi
dan air sekendi
aku butuh celana dan baju
untuk menutup kemaluanku

aku berpikir tentang gerakan
tapi mana mungkin
kalau diam?

 

—-
Wiji Thukul
1989

 


 

May 7, 2007

I Want to Break Free

Kategori: syair, privasi

Pas dengan suasana hati saat ini..

 

I want to break free
I want to break free
I want to break free from your lies
You’re so self satisfied I don’t need you
I’ve got to break free
God knows God knows I want to break free

I’ve fallen in love
I’ve fallen in love for the first time
And this time I know it’s for real
I’ve fallen in love yeah
God knows God knows I’ve fallen in love

It’s strange but it’s true (hey yea)
I can’t get over the way you like me like you do
But I have to be sure
When I walk out that door
Oh how I want to be free baby
Oh how I want to be free
Oh how I want to break free

But life still goes on
I can’t get used to living without living without
Living without you by my side
I don’t want to live alone hey
God knows got to make it on my own
So baby can’t you see
I’ve got to break free

I’ve got to break free
I want to break free yeah

I want I want I want I want to break free….

 

—-
Queen 


May 2, 2007

Untuk Adindaku..

Kategori: syair, privasi

Bismillahirrahmanirrahim

Teruntuk adinda yang selalu berada di hati dan pikiranku
Buat adinda yang mungkin kini sedang menunggu-nunggu
Kepada adinda yang belum ku tahu siapa dan seperti apa raut dirimu 

Taqdir Allah akan selalu menyertai kebersamaan setiap insan
Termasuk kita saat ini
Waktu takkan pernah bisa mengikis ikatan kita
Sebaliknya, waktulah yang akan memperkokoh ikatan kita
Karena adindaku…
Suratan ini telah diteguhkan di lauhul mahfudz

Adindaku tercinta
Sungguh rindu hati ini bertemu denganmu
Sungguh rindu hati ini berdzikir bersamamu

Adindaku…
Mungkin selalu dan selalu terpikir olehmu betapa pengecutnya diriku
Mungkin selalu dan selalu terlintas kekesalan-kekesalan dalam benakmu tentangku
Mungkin selalu dan selalu hatimu tak rela dalam penantian-penantian panjangmu
Mungkin selalu dan selalu kau ingin berkata: “Kemanakah dikau pelipur lara? Penuntunku di dunia dan akhirat? Apakah kau masih malu untuk menampakkan dirimu dihadapanku? Aku telah siap untuk kau jemput, aku telah siap untuk kau jumpa, aku telah siap… tapi apakah kau masih malu?"

O Adindaku…
Terasa bergetar hati ini
Terasa ditarik-tarik jantung ini

Kuatkanlah diriku ya Allah…
Aku tidak  ingin sepengecut ini…............................

 

—-
Bandung
di syahdunya separuh malam

 

 

 

April 30, 2007

Manisan

Kategori: syair

hidup itu manis..

semanis mangga mengkal
manisnya serang tenggorokan

semanis mangga matang
manisnya sampai ke tulang

semanis mangga busuk
manisnya meracun di kerongkongan

tinggal pilih..

 

—-
Bandung
13 Mar 2007, 07:29 AM

 

 
—- 

 

Doa Serdadu Sebelum Berperang

Tuhanku,
WajahMu membayang di kota terbakar
dan firmanMu terguris di atas ribuan
kuburan yang dangkal

Anak menangis kehilangan bapa
Tanah sepi kehilangan lelakinya
Bukannya benih yang disebar di bumi subur ini
tapi bangkai dan wajah mati yang sia-sia

Apabila malam turun nanti
sempurnalah sudah warna dosa
dan mesiu kembali lagi bicara
Waktu itu, Tuhanku,
perkenankan aku membunuh
perkenankan aku menusukkan sangkurku

Malam dan wajahku
adalah satu warna
Dosa dan nafasku
adalah satu udara.
Tak ada lagi pilihan
kecuali menyadari
– biarpun bersama penyesalan -

Apa yang bisa diucapkan
oleh bibirku yang terjajah ?
Sementara kulihat kedua lenganMu yang capai
mendekap bumi yang mengkhianatiMu

Tuhanku
Erat-erat kugenggam senapanku
Perkenankan aku membunuh
Perkenankan aku menusukkan sangkurku

 

—-
W.S. Rendra
Mimbar Indonesia
Th XIV, No. 25
18 Juni 1960

 

 

April 18, 2007

Sungguh Aku Cinta

Kategori: syair, islam

Betapa inginnya kami agar umat ini mengetahui
Bahwa mereka lebih kami cintai daripada diri kami sendiri
Kami berbangga ketika jiwa-jiwa kami gugur
Sebagai penerus bagi kehormatan mereka
Jika memang tebusan ini yang diperlukan
Atau menjadi harga bagi tegaknya kejayaan, kemuliaan
Dan terwujudnya cita-cita mereka
Jika memang itu harga yang harus dibayar
Tiada sesuatu yang membuat kami bersikap seperti ini selain rasa cinta yang telah mengharu biru hati kami
Menguasai perasaan kami, memeras habis air mata kami
Dan mencabut rasa ingin tidur di pelupuk mata kami
Betapa berat rasa di hati
Ketika kami menyaksikan bencana yang mencabik-cabik umat ini
Sementara kita hanya sanggup menyerah
Pada kehinaan dan pasrah oleh keputusasaan
Sungguh, kami berbuat di jalan Allah untuk kemaslahatan seluruh manusia
Lebih banyak dari apa yang kami lakukan untuk kepentingan diri kami
Kami adalah milik kalian wahai saudara-saudara tercinta
Sesaat pun kami tak akan pernah menjadi musuh kalian

 

—-
Hasan Al-Banna

Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Ian Main