Soliter

April 18, 2008

Pindahan Yuk Kawan…

Yuk mari ke..

http://belajarmenulis.wordpress.com

http://belajarmenulis.wordpress.com

http://belajarmenulis.wordpress.com

http://belajarmenulis.wordpress.com

http://belajarmenulis.wordpress.com

http://belajarmenulis.wordpress.com

http://belajarmenulis.wordpress.com

Yuk ah.. 

February 26, 2008

Kesetaraan

Kategori: manusia, islam, budaya

Jadi teringat awal masuk kuliah dahulu. Bertemu dengan suasana Masjid Kampus yang asri. Tak hanya asri, Masjid ini memberikan suatu pelajaran baru yang berharga bagi saya.

Biasanya di kampung saya, atau di sebelah kampung saya, atau di sebelah sebelah kampung saya, masjid akan dilengkapi dengan sajadah-sajadah minimal karpet. Tetapi yang jelas, pasti ada sajadah untuk imam. Sajadah paling bagus, paling tebel. Adalah sesuatu yang baru saat di kampus ini, masjid tidak dilengkapi dengan sajadah, bahkan untuk imam.

Saya terus memikirkannya. Kesimpulan sementara, saya melihat adanya prinsip kesetaraan yang diperlihatkan dari samanya alasan untuk sholat. Alas sholat jamaah sama dengan imamnya, tak lebih bagus, tak lebih tebal, tak lebih tinggi.

Di masjid dekat dengan kost saya, setiap maghrib, isya dan shubuh selalu saya temui imam muda yang di kemudian hari begitu saya kagumi. Bacaan AlQur’an saat dia mengimami sholat sungguh sangat bagus, tartil dan indah sekali langgamnya, sering membuat titik air mata turun dari pelupuknya. Penyesalan saya adalah sampai saat ini saya tak tahu namanya, yang saya tahu dia masih berstatus mahasiswa, angkatan 98.

Ada satu hal yang selalu saya perhatikan darinya. Masjid dekat kost saya ini sama dengan masjid-masjid di kampung saya, kehormatan sajadah tebal dan bagus untuk imam. Tetapi sang imam muda selalu menggulung sajadah jika dia akan mengimami. Sholat bersama di lantai keramik, tak lebih tinggi, tak lebih rendah, setara.

Selalu, dan selalu saya mengasosiasikan kepemimpinan dalam agama saya, Islam, dengan kesetaraan yang ditunjukkan oleh fenomena di atas. Tidak hanya dari disiplinnya mengikuti komando, atau shaf-shafnya yang rapi dan rapat, tetapi juga kesetaraan dan penolakan terhadap pengistimewaan.

Kini, apabila kehormatan menjadi Imam datang pada saya, sajadah tebal nan indah itu akan selalu tergulung.











dimuat juga di http://belajarmenulis.wordpress.com/

 

November 22, 2007

Konstantinopel 1453

Kategori: serius, islam

Muslim (Turki Utsmani)
Leader : Muhammad II
Pasukan: 150ribu orang
Source: senjata klasik jarak pendek + meriam (teknologi baru saat itu)
Tokoh pembantu: Syaikh Aaq Syamsudin (guru Muhammad II), Halil Pasha dan Zaghanos Pasha (keduanya tangan kanan Muhammad II)

  VS

Byzantium (Konstantinopel)
Leader: Constantine Paleologus
Source: Benteng 10 m dengan parit 7 m 

Tokoh pembantu: Kardinal Isidor, Pangeran Orkhan dan Giovanni Giustiniani (dari Genoa)

 
 

 

Kondisi umum konstantinopel

  • Barat => benteng dua lapis, artileri muslim harus membobolnya
  • Selatan => laut Marmara, pasukan laut muslim berhadapan dengan pelaut Genoa pimpinan Giustiniani
  • Timur => selat sempit Golden Horn, armada laut harus masuk ke  yang sudah dilindungi dengan rantai besar hingga kapal perang ukuran kecil pun tak bisa lewat.

Skenario perang

  • penyerangan dimulai hari jumat 6 april 1453M (sebelumnya Muhammad II mengirim surat kepada Paleologus untuk masuk Islam atau menyerahkan penguasaan kota secara damai atau perang)
  • dari barat benteng berusaha dibobol, tetapi setiap kali runtuh sedikit, si pasukan konstantinopel numpukin lagi
  • Usaha lain dicoba; menggali terowongan di bawah benteng, cukup menimbulkan kepanikan kota, namun juga gagal
  • berminggu2 benteng tidak bisa dijebol
  • akhirnya, ada ide untuk menyerang dari arah timur (golden horn) yg pertahanannya agak longgar (konsentrasi pertahanan konstantinopel ada di barat).
  • dalam semalam 70 kapal dipindahkan melalui DARAT untuk menghindari rantai penghalang (ini awalnya dianggap ide bodoh)
  • 29 mei 1453 (setelah sehari istirahat) dilakukan penyerangan total
  • pasukan muslim terdiri dari 3 lapis: irregular di lapis pertama, Anatolian Army di lapis kedua dan terakhir pasukan Yanisari
  • Giustinianimenyarankan Constantine untuk mundur atau menyerah tapi Constantine tetap konsisten hingga gugur di peperangan (kabarnya Constantine melepas baju perangnya dan bertempur bersama pasukan biasa hingga tak pernah ditemukan jasadnya => WOW)
  • Giustiniani meninggalkan kota dengan pasukan Genoa-nya. Kardinal Isidor lolos dengan menyamar sebagai budak melalui Galata, Pangeran Orkhan gugur di peperangan.
  • Konstantinopel jatuh

Epilog pasca perang

  • Penduduk kota berbondong-bondong berkumpul di Hagia Sophia
  • Sultan Muhammad II memberi perlindungan kepada semua penduduk, siapapun, baik Islam, Yahudi ataupun Kristen
  • Toleransi tetap ditegakkan, siapa pun boleh tinggal dan mencari nafkah di kota tersebut
  • Sekolah dibangun, siapa pun boleh belajar, tak ada perbedaan terhadap agama, GRATIS lagi
  • Membangun perumahan, diberikan gratis kepada para pendatang yang bersedia tinggal dan mencari nafkah di reruntuhan kota Byzantium.
  • Kota tersebut kini bernama Istanbul, Hagia Sophia yang megah berubah fungsi menjadi museum.

 

 

——


Referensi

http://panji-only.web.ugm.ac.id/?p=13
http://myquran.org/forum/index.php?topic=9909.0;wap2
http://eramuslim.com/berita/lpk/7b16154048-muhammad-al-fatih-the-conqueror.htm?prev

July 17, 2007

Maaf

Kategori: islam

Untuk semua saudara muslim-ku di alam semesta..

Allaahumma Baariklana fii rajaba wa sya’ban wa ballighna Ramadhan. 

 

Maafkan kesalahan-kesalahan saya yang disengaja (na’udzubillahimindzaalik) maupun tidak disengaja, juga yang langsung maupun tak langsung..

Mari kita songsong ramadhan dengan energi penuh.. 

July 15, 2007

Kaget

Kategori: islam

Yaa ustadz,, dimanakah kesederhanaan itu kini berada?!

June 24, 2007

Dialog Dua Hati

Kategori: manusia, syair, islam

Syair ini ditulis alm. ust. Rahmat Abdullah rahimahullah,
disenandungkan dalam bait-bait nasyid Suara Persaudaraan.

Menceritakan kepada kita tentang do’a dan cita-cita.
Sebuah harapan dan ‘azzam terbentuknya unit terkecil organisasi manusia,
keluarga.

Semuanya terangkai dalam satu gubahan yang sederhana,
kental dengan balutan suasana ruhiyah.

Syair nasyid yang selalu membuat saya bergetar
dan sering, entah kenapa, menitikkan air mata..

 

 

Duhai kekasih hati
kugubahkan nasyid ini
s’bagai tanda cinta suci
dalam naungan ilahi

Hari demi hari
bersamamu kulewati
dalam suka dalam duka
dalam meniti ridloNya

Ikrarkan bersama
untuk tetap di jalanNya
bahtera rumah tangga
t’ladankan rosul mulia 

Didik putra-putri
s’bagai amanah ilahi
bekali akhlaq imani
jadikan mukmin sejati

Insya Allah, insya Allah, insya Allah

 

—-
Ust Rahmat Abdullah 

 

April 30, 2007

Pacaran Halal

Kategori: manusia, islam

emoticon emoticon emoticon emoticon emoticon emoticon emoticon emoticon emoticon

Artikel lucu dan menggugah. Saya postkan di sini saja, sekalian nyimpen, daripada di hd pribadi, suka ga dibaca lagi => ga manfaat.

Kalo ada yang mau baca dan menyebarkan silakan-silakan saja, sudah diridloi oleh penulis aslinya emoticon. Mudah-mudahan bisa memberikan manfaat (terutama buat yang berjenis kelamin perempuan emoticon)

 

- – - – - – - 

PACARAN HALAL
Sebagai Proses Penjajakan, Percayalah Kepada Cowok
(tidak mengandung ayat dari kitab agama manapun)

 


Jangan salah persepsi. Tulisan ini sama sekali tidak membenarkan judul di atas. Hanya sebagai umpan untuk menarik perhatian pembaca.

Berdasarkan dari betapa mudahnya wanita diperdaya oleh lelaki/cowok. Bahkan dengan sangat angkuhnya wanita sering berpendapat bahwa dirinya tidak akan mudah termakan rayuan gombal lelaki. Itu benar, karena dimasa sekarang ini tidak ada lelaki yang bibirnya bisa mengucapkan rayuan gombal seperti film-film Indonesia tempoh doeloe. Tetapi dengan pendidikan dan teknologi yang berkembang, metode kami berubah (red:cowok).

Kami bisa memanfaatkan semua SDM dan SDA yang ada di sekitar kami untuk menunjang tegaknya diagnosa “SERIUS” dihadapan target (wanita). Apakah property “nebeng”? Oh tidak! Bahkan hanya dengan kesederhanaan, malah jadi pamungkas yang cukup jitu untuk meluluhkan hati wanita incaran kami. Karena dengan kesederhanaan dan property seadanya, akan mendatangkan kesan ketulusan dan bersahaja. Yang kemudian menimbulkan cinta sepenuh hati, berakibat kepasrahan. Ini fokusnya, kepasrahan yang artinya diriku sepenuhnya kuserahkan padamu, termasuk my virgin (klo masih).

Wahai wanita, tidak semua diantara kami kaum lelaki mengincar hartamu, yang merupakan incaran kami sebenarnya adalah SEX, sejauh mana dirimu memberikan rasa penasaran kepada kami, selama itu pula kami sanggup bersandiwara dengan sekuat tenaga kami. Mengapa kami sebut sandiwara? Karena kami menyimpulkan bahwa yang telah beristeri saja masih banyak yang selingkuh (meski tidak semuanya).

Pernikahan yang kejelasan statusnya dilindungi oleh hukum agama dan UU Negara, masih sering kami injak-injak. Apalagi status pacaran? Yang sama sekali tidak dikuatkan oleh peraturan manapun. Artinya seorang cowok bisa saja berpacaran dengan seribu cewek dalam waktu bersamaan atau sebaliknya. Maka jadilah pemuda-pemudi bangsa ini sebagai pakar zina, dari yang kecil sampai yang besar.

Tapi masalah jadi bangsa apa bukan urusan kami, selagi kami masih bisa menikmati kenikmatan dunia lewat tubuh wanita secara free, maka paradigma “Pacaran sebagai proses penjajakan” akan selalu kami sebarkan dengan cara apapun.

Sex dengan pacar sendiri sangat berbeda rasanya dengan sex dengan pelacur manapun dengan harga pakai berapapun. Sebab wanita yang selalu jadi target kami tentunya bersih, sehat, bebas penyakit menular seks (PMS), terawat dan terdidik.

Soal kaya atau miskin si target itu bisa disesuaikan. Maksudnya apabila kami telah sukses memperdaya hati target, maka keadaan keuangan akan sangat mudah dikendalikan berdasarkan scenario “rasa pengertian” yang kami ciptakan di hati target. Pulsa yang kami keluarkan untuk menjalin kedekatan tidak sebanding dengan kenikmatan yang menanti kami.

Target berjilbab? Bisa sukses bisa juga tidak.
Usaha kami dalam berburu “kenikmatan” terhadap target berjilbab memerlukan beberapa trik tambahan. Tetap bersikap sederhana, apa adanya, bersahaja, pengakuan terhadap kekurangan diri, bersikap humoris dan sedikit bumbu religi yang didapat dari ceramah ustadz-ustadz di televisi bisa jadi referensi tambahan.

Usaha kami sukses terhadap target yang berjilbab yang juga masih berpakaian ketat, sehingga jilbab kadang-kadang hanya menutupi rambutnya dan tidak menutupi ukuran “hardware” indahnya. Kulit target yang halus mulus karena sering tertutup dari polusi udara dan matahari memberikan sensasi yang tidak sama dengan target tidak berjilbab pada umumnya.
Luar biasa

Usaha kami gagal apabila target berjilbab tapi juga berpakaian yang lebar, sehingga tidak tampak keindahannya lewat mata secara fisik, tapi kami sangat yakin dibalik pakaian yang lebar itu tersimpan lebih banyak keindahan. Kami kurang pasti penyebab kegagalan usaha kami terhadap target tersebut, bisa jadi keteguhan target dalam memegang keyakinan bahwa keindahan yang mereka miliki merupakan “harta berharga” yang hanya akan disuguhkan kepada suami mereka nantinya.

Kenyataan yang menggembirakan adalah target “kokoh” semacam ini berjumlah sangat sedikit jika dibandingkan dengan total target “empuk” yang banyak tersedia di sekitar kami.

Pada umumnya target menginginkan “keseriusan”. Ketidaktahuan mereka terhadap makna kata serius ini yang sering kami manfaatkan sebagai peluluh hati mereka. Trik yang kami gunakan bermacam-macam, mulai dari kirim sms yang bertuliskan “Aku serius lho sama kamu”, telepon diatas jam 23.00 (tarif murah) untuk bicara panjang lebar dengan topik yang dipilih secara random. Ini trik yang paling sederhana dan cukup jitu untuk target yang masih lugu atau pura-pura lugu soal keseriusan hubungan. Maksudnya walau target sudah mengerti tentang trik yang kami jalankan dalam meraih target, tapi seiring waktu dan semangat kami yang tidak berputus asa dalam menjalankan skenario, cepat lambat target yang dulunya pura-pura lugu akan luluh akhirnya melihat semangat tulus palsu kami.

Jika tujuan utama kami yaitu tubuh indah target belum didapatkan, maka bukti keseriusan palsu kami dapat dikuatkan dengan memboyong mereka ke orang tua kami atau sebaliknya, kami bersedia diboyong ke orang tua target. Sampai disini saja keberanian kami untuk bermain dengan kata serius, untungnya karena 99% target telah takluk pada level trik ini.

Kenyataan yang juga menggembirakan kami adalah apabila ternyata orang tua kami atau oramg tua target juga memiliki paradigma “Pacaran adalah proses penjajakan” atau “Pacaran adalah proses yang harus dilalui oleh remaja normal”.
Luar biasa
Target yang telah beranggapan bahwa “inilah jodohku”, dengan paradigma ini kami telah mendapatkan kepercayaan penuh dari segala pihak untuk memperlakukan target semau kami. Termasuk menikmati kenyamanan sensasi seks penuh gratisan yang kami tunggu-tunggu selama perjuangan. Tidak perlu buru-buru, karena kami sangat dan sangat memperhatikan situasi, kondisi dan domisili.

Soal dikemudian hari kami bosan dengan target yang sudah habis manisnya karena kami hisap atau muncul target baru yang lebih segar, maka skenario pelepasan diri dapat dijalankan dengan berbagai alasan. Sangat mudah melakukannya mengingat semua manusia memiliki kekurangan, kekurangan inilah yang harus diangkat ke permukaan dan menjadi pokok bahasan yang berlanjut dengan putusnya hubungan. Alasan ketidakcocokan bisa menjadi penangkal pertanyaan orang tua masing-masing pihak.

Putus. Juga merupakan jalan baru bagi kami untuk memulai skenario pengejaran target baru. Tampang berduka, bahkan tampang tegar paska putus pun bisa menjadi pesona di hadapan target baru ini. Tentunya kami tidak meninggalkan trik-trik peluluhan hati yang kami terapkan terhadap target-terget sebelumnya seperti sederhana, tampil apa adanya, bersahaja, sedikit ditambah bumbu humoris karena target pada umumnya ingin dekat dengan orang yang selalu bisa membuatnya tersenyum dalam setiap keadaan. Target selalu ingin merasakan aman, nyaman, disayang, diperhatikan (beberapa). Maka sedaya upaya kami akan ciptakan suasana tersebut hanya didekat kami. Persepsi bahwa di dekat kami maka target merasa aman, nyaman, tenang, tersenyum, dan damai merupakan paradigma yang harus kami ciptakan di dalam kepala target.
Untuk kesekian kalinya kami selalu sukses dalam pencapaian tujuan kami, menjadikan kami sangat berpengalaman dan cerdas dalam program ini, dengan atau tanpa hambatan sama sekali. Sungguh indah dunia ini, dipenuhi dengan target-target berpendidikan tapi bodoh yang menunggu giliran untuk kami habisi.

“Ahh, saya kan gak pernah serius klo pacaran, ngapain takut!”
Jika terget berfikiran seperti kata-kata di atas, maka pemikiran seperti ini juga merupakan peluang besar bagi kami untuk memulai skenario peluluhan hati. Yang kami utamakan lebih dahulu adalah mengadakan ikatan super tidak jelas bernama Pacaran, soal cinta atau tidak, itu cuma masalah waktu. Trik-trik yang kami lancarkan akan mengubah keadaan hati target seiring waktu yang dilalui bersama-sama dan komitmen semu tentang pacaran yang kami atau orang lain ciptakan.

“Ahh, tidak semua cowok seperti itu, cowokku ga gitu and ga mungkin begitu!”.
Kata-kata sejenis ini merupakan tolak ukur keberhasilan skenario BHSP (Bina Hubungan Saling Percaya) yang nantinya menjadi peluang besar untuk mendapatkan tubuh target di kemudian hari. Karena salah satu yang kami ingin bentuk adalah pendapat target bahwa kami adalah cowok yang berbeda dengan cowok pada umumnya.

Jika Anda wanita berpenampilan menarik atau tidak, bertubuh indah baik tertutup atau tidak, mencari keseriusan hubungan, mencari cinta dari sesama manusia tanpa pemahaman yang jelas…
Maka Anda target kami berikutnya

Wahai wanita, ketahuilah bahwa seorang laki-laki yang benar-benar serius terhadapmu akan datang kepada orang tuamu dengan berkata “Pak, saya ingin menikahi putri Bapak, sekarang saya punya penghasilan Rp…../bulan, dst”, sedangkan laki-laki yang benar-benar serius ingin menghabisimu akan datang langsung kepadamu dengan berkata “Maukah kamu jadi pacarku?”.

Puncak kehinaan wanita ketika ia menerima tembakan seorang lelaki untuk jadi kekasihnya.
Puncak kemuliaan wanita ketika orang tua/walinya mempertimbangkan lamaran seorang lelaki untuk jadi isterinya.
Hancurkan harga diri dengan pacaran, muliakan diri dengan …

Tidak ada solusi termuat dalam tulisan ini, meskipun solusinya tertulis tetapi tidak akan menghentikan kegiatan kami, kami hanya bisa berhenti jika semua target mengaplikasikan solusi yang sebenarnya sudah mereka tahu.
Pacaran sebagai proses penjajakan, penjajakan = peng”injak-injakan” atau pen”jaja”an.
Jika Anda belum pacaran, Nantikan kehadiran kami di sisi Anda!
Jika Anda telah putusan, Nantikan juga kehadiran kami di sisi Anda!
Jika Anda masih pacaran, maka tunggu tanggal “main” kami bersama Anda!


Wallahua’lam bisshawab
Cyber City Net 30.10.2006 at 02.22 am

Jika saudara-saudari setuju dengan tulisan penulis yang penuh kekurangan ini, penulis izinkan kopy paste aja n kirim ke teman2 di luaran sana, bebas diedit.
Artikel ekstrem ini asli karangan Admin Cyber City Net,
Merupakan 99% pengakuan diri dari pengalaman hidup dan argumen murni yang keluar dari kepala botaknya,
tanpa saduran dari buku atau website manapun.
Penulis tidak mendapat kerugian atau keuntungan sepeser pun dari tersebarnya artikel ini
Kritik, saran, protes, hinaan dan cacian ditunggu di irgunawan_spk@yahoo.co.id atau irgunawan.spk@gmail.com

- – - – - – -

 

Doa Serdadu Sebelum Berperang

Tuhanku,
WajahMu membayang di kota terbakar
dan firmanMu terguris di atas ribuan
kuburan yang dangkal

Anak menangis kehilangan bapa
Tanah sepi kehilangan lelakinya
Bukannya benih yang disebar di bumi subur ini
tapi bangkai dan wajah mati yang sia-sia

Apabila malam turun nanti
sempurnalah sudah warna dosa
dan mesiu kembali lagi bicara
Waktu itu, Tuhanku,
perkenankan aku membunuh
perkenankan aku menusukkan sangkurku

Malam dan wajahku
adalah satu warna
Dosa dan nafasku
adalah satu udara.
Tak ada lagi pilihan
kecuali menyadari
– biarpun bersama penyesalan -

Apa yang bisa diucapkan
oleh bibirku yang terjajah ?
Sementara kulihat kedua lenganMu yang capai
mendekap bumi yang mengkhianatiMu

Tuhanku
Erat-erat kugenggam senapanku
Perkenankan aku membunuh
Perkenankan aku menusukkan sangkurku

 

—-
W.S. Rendra
Mimbar Indonesia
Th XIV, No. 25
18 Juni 1960

 

 

April 18, 2007

Sungguh Aku Cinta

Kategori: syair, islam

Betapa inginnya kami agar umat ini mengetahui
Bahwa mereka lebih kami cintai daripada diri kami sendiri
Kami berbangga ketika jiwa-jiwa kami gugur
Sebagai penerus bagi kehormatan mereka
Jika memang tebusan ini yang diperlukan
Atau menjadi harga bagi tegaknya kejayaan, kemuliaan
Dan terwujudnya cita-cita mereka
Jika memang itu harga yang harus dibayar
Tiada sesuatu yang membuat kami bersikap seperti ini selain rasa cinta yang telah mengharu biru hati kami
Menguasai perasaan kami, memeras habis air mata kami
Dan mencabut rasa ingin tidur di pelupuk mata kami
Betapa berat rasa di hati
Ketika kami menyaksikan bencana yang mencabik-cabik umat ini
Sementara kita hanya sanggup menyerah
Pada kehinaan dan pasrah oleh keputusasaan
Sungguh, kami berbuat di jalan Allah untuk kemaslahatan seluruh manusia
Lebih banyak dari apa yang kami lakukan untuk kepentingan diri kami
Kami adalah milik kalian wahai saudara-saudara tercinta
Sesaat pun kami tak akan pernah menjadi musuh kalian

 

—-
Hasan Al-Banna

April 17, 2007

Merenungi Salam Kita

Kategori: islam

Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh..

Ungkapan paling indah untuk mendo’akan saudara. Diucapkan dari ustadz yang mungkin paling sholeh, sampai pejabat yang mungkin paling bangsat. Menjadi kata hiasan di setiap pembukaan penampilan. Diucapkan oleh orang di kegiatan masjid, juga di acara-acara kafe. Terlontar dalam hajatan resmi maupun tidak resmi.

Waktu saya kecil dulu, kata-kata ini keluar begitu saja tanpa terpikirkan makna yang terkandung di dalamnya. Semakin besar, semakin tahulah saya kekuatan kalimat ini.

Seringkali salam ini saya lantunkan dulu hanya untuk menunaikan kewajiban. Saat masuk ke kelas, saat masuk ke rumah, saat membuka pidato di muhadloroh masjid tingkat RT (saya pernah jadi juaranya lho :D ). Masih, tak terpikir makna yang terkandung dalam kalimat indah ini.

Penghujung ibtidaiyah, Ustadz di kampung saya yang merangkap juga kakek tercinta menghadiahi taushiyah yang menjelaskan makna dari sebaris kata salam tersebut. Bahwa mengucapkan kata-kata di atas adalah kewajiban kita terhadap saudara sesama muslim. "Ooooh..", kurang lebih itu yang  saya bilang. Jelas taushiyah ini membekas dalam hati, tapi bekasnya cuma sedikit :) perlu ada lagi yang mengubak hati ini supaya bekasnya lebih dalam.

Terus, terus, dan terus. SLTP, SMU, Kuliah. Saya semakin familiar dengan salam ini. Semakin banyak materi belajar yang menyenggol tafsirnya. Semakin banyak pengalaman-pengalaman yang dihasilkan darinya. Dan saya pun semakin bisa merenungkan kekuatan di baliknya. Sungguh, benar-benar Allah maha penyayang kepada kita dengan mengajarkan salah satu do’a terindahnya.

Perjalanan hidup memang jadi syarat pendahuluan untuk menjadikan seseorang mampu memaknai perilakunya. Saya, anda, kita semua, juga sedang melalui proses tersebut. Insya Allah waktu akan membuktikan.

Terakhir saudaraku.. Wassalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh

Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Ian Main