Ada 2 teori pemodelan besar yang bisa menjelaskan fenomena-fenomena dalam inti, yakni model kulit inti (nuclear shell model) dan model tetes air (liquid drop). Penggunaannya tergantung objek pengamatan apa yang ingin diketahui.
(more…)
April 18, 2008
February 27, 2008
Nuclear Shell Model [1]
February 14, 2008
Atom dan Inti di Dalamnya
Hal yang sangat fundamental dalam fisika nuklir adalah mempelajari kelakuan partikel-partikel penyusun atom dan strukturnya. Kita bisa ibaratkan atom sebagai sebuah bola yang memiliki inti (nukleus) yang dikelilingi oleh elektron-elektron yang bergerak mengelilinginya dengan lintasan-lintasan (kulit) tertentu.
Pada kenyataannya, elektron yang mengelilingi nukleus, memiliki pola gerakan yang tidak ajeg pada satu lintasan, tetapi acak. Hanya saja ada probabilitas terbesar keberadaan elektron tersebut pada satu lintasan. Singkatnya bisa kita katakan suatu kulit bukanlah lintasan elektron, tetapi tempat yang paling sering dikunjungi elektron.
Kecenderungan elektron pada suatu posisi kulit berbeda-beda, tergantung dari energi yang dimilikinya. Semakin besar energi pada sebuah elektron, maka elektron itu akan berada pada kulit yang semakin jauh dari nukleus. Kita juga mengenal istilah spin-up dan spin-down, yang berarti kecenderungan gerak spin elektron yang mendekat atau menjauhi inti.
Kemudian kita bicara tentang inti atom (nukleus). Inti atom terdiri dari partikel-partikel neutron dan proton yang disebut nukleon. Nukleon ini analog pola geraknya seperti elektron yang mengelilingin nukleus. Ada 3 buah model yang sering digunakan untuk menjelaskan tentang nukleus; model gas, model tetes air, dan model kulit. Untuk mengetahui informasi-informasi energi per kulit, momentum sudut dan spin inti, kita bisa menggunakan pemodelan kulit.
