Soliter

(Seperti) Pidato Capres Kampus Perempuan 

 

Assalamu’alaikum Warrohmatullahiwabarokatuh…

“Hmm hmm… .” Seperti pidato capres  kampus perempuan!
Senang rasanya bisa bertemu dengan saudara-saudara tercinta semua walau hanya lewat tulisan.

Terhitung semenjak 25 November 2007, saya resmi menjadi capresma UGM. 
Satu catatan hidup yang menarik karena baru pertama kalinya saya menjadi capresma 
dan baru pertama kali pula ada capresma perempuan di kampus.
Tentunya, menimbulkan sejuta reaksi dari berbagai elemen.
Sempat ada mahasiswa yang ingin “berkenalan” dengan saya namun caranya agak berlebihan.
“Kenapa anda sebagai perempuan berani nyapres? Apa maksudnya?! Jangan macam-macam dengan fakultas saya!”
Wah, kok sampai seperti itu, ya, reaksinya.
Akhirnya, saya memutuskan untuk menyebar polling ke seluruh UGM
untuk menampung aspirasi semua elemen kampus
berkaitan dengan pencalonan saya, pemira dan partisipasi perempuan.

Ketika saya memimpin, tentunya, tidak melepas kodrat saya sebagai wanita.
Namanya juga Ibu Negara! Kan tetap ibu-ibu. “Hehehe!”
Kalau ditanya darimana saya belajar memimpin, saya belajar dari  Siti Aminah.
Beliau adalah nenek saya dengan 7 orang putra serta dari Nenek Painah dengan 11 orang putra.
Bagi saya, itu kepemimpinan yang sangat hebat!
“Hebat!”

Kedua nenek itu memberikan inspirasi saya bilamana nanti saya menjadi ibu negara
di Universitas Gadjah Mada ini.
Pertama, saya akan mengasuh sebaik-baiknya seluruh mahasiswa
di Universitas Gadjah Mada ini tanpa terkecuali.
Dari level universitas sampai ke jurusan atau prodi masing-masing.
Saya ingin seluruh potensi mahasiswa bisa terfasilitasi,
tumbuh berkembang maksimal dengan “gizi” ilmu yang mencukupi.
“Tentunya harus adil!”

Adapun langkah-langkah yang akan saya lakukan lebih terkonsentrasi pada internal kampus.
Saya ingin membersamai seluruh Unit Kegiatan Mahasiswa berkonstribusi pada negara.
Mulai dari unit kegiatan olah raga (renang, karate, dll), unit kegiatan kesenian (tari, paduan suara, dll),
unit kerohanian, dan unit kegiatan khusus (satmenwa, pramuka, dll).
Selain itu, optimalisasi pusat studi yang begitu banyaknya
“seabreg-abreg” di UGM ini sebagai fungsi analist
dan memberi masukan pada kebijakan-kebijakan negara adalah ujung tombak perjuangan UGM.
Dalam bidang apapun, tentunya, politik, ekonomi, sosial, budaya, hankam!
Sekarang, sudah saatnya kita berpikir dan bergerak cepat!
Baik dosen, mahasiswa, dan karyawan, marilah, kita pikirkan bersama.
Jangan sampai lagu dan alat musik kita diambil bangsa lain,
lautan kita “direnangi” dan “diaduk-aduk” bangsa lain seenak hati,
makanan khas kita pun “dirampas” juga.
Bak seorang nenek yang tak rela bila cucunya tersakiti,
kita juga tak rela bila anak cucu kita mati dianiaya bangsa lain.

Akan bagaimana masa depan bangsa kita bila kita beku diam saja!
“Ayo, berjuang…!”
Seperti Kartini,
seperti Bung Tomo,
seperti Cut Nyak Dien
dan seperti para pahlawan-pahlawan yang  tanpa catat dan tanpa nama!

Saudara-saudara yang tercinta,
betapa bahagianya bisa menyampaikan isi hati dan pikiran saya lewat tulisan ini.
Mohon, dukungan dari semuanya. Semoga yang kita lakukan benar-benar bermakna-tanpa sia-sia.
Tak sekedar coretan pena, tak sekedar teriakan, tak sekedar slogan.
Saya kan kabarkan pula dalam kertas-kertas ini, visi misi, CV, dan platform kabinet saya.

(Seperti) Pidato Capres Kampus Perempuan.
Seperti “onaraa..onaraa.. .”
Dukung saya jadi Ibu Negara di Kampus tercinta!
Selain itu, doakan saya lulus dengan bijak dan mendapat Bapak Negara yang baik.
“Hehehe”. 

Sekian, wassalamu’alaikum

 
Capresma UGM 2007, 
Peace n Love,

 

 

 

Asih Minanti Rahayu 
HP : 081328351108 
FS: soprania_gamila@yahoo.com