Tekad
Di sini hujan, dan hati ini terasa meleleh.
Sepertinya harus menyibukkan diri dengan aktivitas-aktivitas lain. Harus dilupakan. Belum saatnya. Akan ada waktu yang tepat.
Saat ini masih banyak manusia papa yang menunggu. Masih banyak harapan dan cita-cita yang harus diraih, harus direalisasikan.
Oleh karena itu hai pembolak-balik hati manusia,
jangan cabut sedetik pun tekad itu dari hatiku.
_belajarmenulis
http://belajarmenulis.wordpress.com/2008/03/09/tekad/

Tekad yang mulia..
Comment by Vitry Hassan — April 25, 2008 @ 7:04 pm