Soliter

November 9, 2007

Kontemplasi

Kategori: syair, privasi

Seperti kata Gie.. "Aku tak tahu mengapa, aku merasa agak melankolik malam ini.." (1969)

Aku sedang tidak mau berpikir saat ini, aku hanya mau merasa, membelai..
Jutaan kata yang dulu berontak kini hanyut saja terangkul sayap-sayap kepasrahan
Tak ada lagi dialektika—semenarik apapun itu—yang kubutuhkan saat ini
Yang ada hanyalah, aku ingin kembali menemukan makna, rasa bahagia dan ketulusan dari hati yang sedikit demi sedikit mulai berkarat

Di hadapan, terhampar berbagai fenomena yang mencari-cari penuntasan..
..ku
Tapi kenapa terasa kosong saja?
Titik jenuh telah mencapai batas kepala?

Bosan dengan realita yang akhirnya kusadari tak sedikitpun aku mengerti ujung pangkalnya
Serasa berputar-putar aku dalam labirin ini
Bekerja, berkeringat, berkoar, tanpa secara kasat mata bisa aku saksikan hasilnya
Tak bisa dibeli dengan kata-kata penghiburan, kerjaku ada dalam wilayah yang imajiner
Manusiawi rasanya jika aku menginginkan ’penampakan’ jerih payahku
Aku berasa,
di luar mungkin lebih banyak dan lebih nyata bisa aku memberikan sesuatu

....................................................................................................
....................................................................................................
....................................................................................................
....................................................................................................
....................................................................................................
....................................................................................................
....................................................................................................
....................................................................................................
....................................................................................................

Che bilang..
"Kalau aku boleh memilih untuk berjuang, mungkin saat ini aku ingin tinggal bersama kalian.
Melewati jalanan yang padat lalu lintas, dengan iring-iringan spanduk yang panjang, kalian ketuk nurani para penguasa.
Kaum yang berbaju megah, berkendaraan bagus dan punya mobil mengkilap.
Kalian pertaruhkan segalanya, kesempatan untuk hidup senang, kemapanan pekerjaan, dan sekolah yang kini kian mahal.
Buang segala teori sosial yang ternyata tak bisa membaca kenyataan.
Keluar kalian dari training-training yang pada akhirnya tidak membuat kita paham dan mau membela orang miskin.
Kupilih tinggal serta berjuang di hutan karena di sana aku kembali mendengar  rintih dan suara orang yang hidupnya menderita."

Dan aku bilang..
"Aku memilih untuk berjuang".

Cahaya remang-remang lampu iringi pengasinganku
Aku butuh kembali menjenguk relung-relung hati ini…










Memberikan rasa cinta pada semesta
Priangan, 9 November 2006
04:03 am

Comments »

The URI to TrackBack this entry is: http://kangzamzam.blogsome.com/2007/11/09/kontemplasi/trackback/

No comments yet.

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>


Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Ian Main