Sadar atau Tidak, Engkau Telah Melakukan Pembunuhan!
Kemarin pagi saya pulang dari ‘tugas negara’, berada di kapal laut genap 11 hari. Tak ada akses informasi, tv ga pernah nonton, koran ga ada, hp mati, internet ga bisa nyentuh. Ke kampus sore hari, ketemu sama mahasiswa-mahasiswa baru, browsing-browsing dikit, ketemu temen2 di lab n di himpunan, say hi, ngobrol ampe deket shubuh..
Kaget, ada sebuah fenomena yang kembali membuat saya geleng-geleng kepala saat browsing malam tadi. Ada seorang anak manusia yang membuat pernyataan maaf di depan publik akibat tulisannya di blog pribadi yang bersangkutan.
Pembunuhan karakter terjadi lagi.
Benar, secara konten memang yang dia tulis sangat provokatif dan kontroversial. Oke, apa yang dia tulis menyakiti beberapa orang. Tepat, apa yang ditulisnya tidak berdasar fakta, data, dan pengetahuan yang mumpuni. Hanya saja kemudian ada fenomena penghakiman massa. Ibaratnya ada seseorang yang mengemplang kepala anaknya kyai, kemudian orang itu dikejar dan digebuki rame-rame oleh fans-nya kyai tersebut, juga orang-orang yang sama sekali tidak kenal sang kyai, tapi ingin ikut meramaikan suasana.
Ini terjadi di dunia nyata. Paling tidak di negara kita. Dan akhirnya saya temukan juga beberapa kasus yang hampir serupa dengan bentuk yang berbeda-beda di dunia ‘tidak nyata’. menggelitik sekali rasanya, apakah ini memang menjadi gambaran mental orang indonesia secara umum?
Menjustifikasi tanpa data dan pengetahuan memang dosa,
Menjustifikasi tanpa data dan pengetahuan dan/atau nggebuki orang rame-rame secara ‘anonymous’ tentunya juga dosa.
Hit and Run (and laugh). Menyedihkan!
