<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress/1.5.1-alpha" -->
<rss version="2.0" 
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/">
<channel>
	<title>Comments on: Selarik Energi di Bukom OSKM 2006</title>
	<link>http://kangzamzam.blogsome.com/2007/06/26/salah-satu-tulisan-di-bukom-oskm-2006/</link>
	<description>catatan saja.. mungkin tidak terlalu penting.. tapi semoga ada manfaatnya..</description>
	<pubDate>Wed, 06 Jan 2010 02:05:52 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=1.5.1-alpha</generator>

	<item>
		<title>by: jajaka tunggara</title>
		<link>http://kangzamzam.blogsome.com/2007/06/26/salah-satu-tulisan-di-bukom-oskm-2006/#comment-36</link>
		<pubDate>Thu, 28 Jun 2007 15:29:40 +0100</pubDate>
		<guid>http://kangzamzam.blogsome.com/2007/06/26/salah-satu-tulisan-di-bukom-oskm-2006/#comment-36</guid>
					<description>Awal kali saya membaca tulisan ini di bukom, saya hanya bisa diam, kehilangan kata-kata, bahkan hampir saja meneteskan air mata.
Perasaan sedih, marah, merasa bersalah, terhibur,, seakan tumpah ruah jadi satu.
Membuka lagi lembar demi lembar, membaca lagi baris demi baris, hanyalah menambah parah akumulasi perasaan-perasaan itu.

Ya, saya hanyalah seseorang yang mengharapkan kebaikan dan kebenaran bisa bersanding dalam satu helaan.
Tak peduli dengan apapun yang terjadi, hanyalah harapan tadi yang ingin terus saya gapai.
Sayang, seringkali manusia memang terlalu tinggi berharap.
Sayang, seringkali kenyataan hanyalah menampakkan wajah-wajah sinisnya yang menyakitkan.
Sayang, kita pada akhirnya memang tidaklah punya kuasa membalik keinginan sang Khaliq, skenario kehidupan yang ditulis sang khaliq..

Masa itu telah berlalu, tentu saja.
Hanya kenangan dan semangatnya yang tak akan pernah terlupa,
dan harapan yang akan terus tumbuh dalam ketiadaan kata sesal,
seperti yang dituliskan di atas,

“DAN SETIAP USAHA YG QTA LAKUKAN TDK AKAN PERNAH SIA-SIA.” </description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>Awal kali saya membaca tulisan ini di bukom, saya hanya bisa diam, kehilangan kata-kata, bahkan hampir saja meneteskan air mata.<br />
Perasaan sedih, marah, merasa bersalah, terhibur,, seakan tumpah ruah jadi satu.<br />
Membuka lagi lembar demi lembar, membaca lagi baris demi baris, hanyalah menambah parah akumulasi perasaan-perasaan itu.</p>
	<p>Ya, saya hanyalah seseorang yang mengharapkan kebaikan dan kebenaran bisa bersanding dalam satu helaan.<br />
Tak peduli dengan apapun yang terjadi, hanyalah harapan tadi yang ingin terus saya gapai.<br />
Sayang, seringkali manusia memang terlalu tinggi berharap.<br />
Sayang, seringkali kenyataan hanyalah menampakkan wajah-wajah sinisnya yang menyakitkan.<br />
Sayang, kita pada akhirnya memang tidaklah punya kuasa membalik keinginan sang Khaliq, skenario kehidupan yang ditulis sang khaliq..</p>
	<p>Masa itu telah berlalu, tentu saja.<br />
Hanya kenangan dan semangatnya yang tak akan pernah terlupa,<br />
dan harapan yang akan terus tumbuh dalam ketiadaan kata sesal,<br />
seperti yang dituliskan di atas,</p>
	<p>&#8220;DAN <span class="caps">SETIAP USAHA YG QTA LAKUKAN TDK AKAN PERNAH SIA</span>-SIA.&#8221;</p>
]]></content:encoded>
				</item>
</channel>
</rss>
