Selarik Energi di Bukom OSKM 2006
[224]
Assalamu’alaikum Wr.Wb.
Bismillahirrohmanirrohim…
15 Agustus 2006
15:25 -> aku mulai dan pertama
kali menulis di bukom
ini….
Sore hari ini,, jujur,, secara fisik aku lagi cape banget…
Tambah lagi, sore ini ga tau kenapa ingin menangis. Pokoknya sedih..
Lagi-lagi, OSKM 2006 diambang-ambang… Padahal kalau menurut jadwal 5 hari lagi kejadian yang hanya terjadi sekali seumur hidup kamu-kamu (kalo anda jadi peserta) semua..
Knapa??? ya, udah dijelasin ma teh yuli di 222 (gara2 statement pak widyo di gladi resik + statement yang ada di koran KOMPAS hari ini
Koq rektorat gtu banget sih ??!! Dan untuk pertama kalinya, saya benar-benar ngerasain hal2 yg bisa berubah bahkan setiap menitnya!! Dan para petinggi-petinggi OSKM 2006 patut diacungi jempol,,, Benar-benar orang terpilih,,,
Sampai detik ini, beliau2 masih punya semangat & effort yang kerasluar biasa supaya OSKM 2006 tetap TERLAKSANA…
TETAP SEMANGAT YA PARA PANITIA…
SEPERTI YG SDH SDH KALIAN AJARKAN KEPADA KAMI,,,"PERJUANGKAN TERUS APA YG MENURUT KALIAN BENAR"... DAN SETIAP USAHA YG QTA LAKUKAN TDK AKAN PERNAH SIA-SIA.
!! SEMANGAT !!
- ia -
NB: u/ p’ widyo tlng donk jgn plin plan…
"Sesungguhnya org2 yg t’zalimi,do’anya
dikabulkan"
Selesai 15:49

Awal kali saya membaca tulisan ini di bukom, saya hanya bisa diam, kehilangan kata-kata, bahkan hampir saja meneteskan air mata.
Perasaan sedih, marah, merasa bersalah, terhibur,, seakan tumpah ruah jadi satu.
Membuka lagi lembar demi lembar, membaca lagi baris demi baris, hanyalah menambah parah akumulasi perasaan-perasaan itu.
Ya, saya hanyalah seseorang yang mengharapkan kebaikan dan kebenaran bisa bersanding dalam satu helaan.
Tak peduli dengan apapun yang terjadi, hanyalah harapan tadi yang ingin terus saya gapai.
Sayang, seringkali manusia memang terlalu tinggi berharap.
Sayang, seringkali kenyataan hanyalah menampakkan wajah-wajah sinisnya yang menyakitkan.
Sayang, kita pada akhirnya memang tidaklah punya kuasa membalik keinginan sang Khaliq, skenario kehidupan yang ditulis sang khaliq..
Masa itu telah berlalu, tentu saja.
Hanya kenangan dan semangatnya yang tak akan pernah terlupa,
dan harapan yang akan terus tumbuh dalam ketiadaan kata sesal,
seperti yang dituliskan di atas,
“DAN SETIAP USAHA YG QTA LAKUKAN TDK AKAN PERNAH SIA-SIA.”
Comment by jajaka tunggara — June 28, 2007 @ 3:29 pm