Soliter

June 26, 2007

Selarik Energi di Bukom OSKM 2006

Kategori: umum

[224]

Assalamu’alaikum Wr.Wb.
Bismillahirrohmanirrohim…

15 Agustus 2006

15:25 -> aku mulai dan pertama
kali menulis di bukom
ini…. 

Sore hari ini,, jujur,, secara fisik aku lagi cape banget…
Tambah lagi, sore ini ga tau kenapa ingin menangis. Pokoknya sedih..
Lagi-lagi, OSKM 2006 diambang-ambang… Padahal kalau menurut jadwal 5 hari lagi kejadian yang hanya terjadi sekali seumur hidup kamu-kamu (kalo anda jadi peserta) semua..

Knapa??? ya, udah dijelasin ma teh yuli di 222 (gara2 statement pak widyo di gladi resik + statement yang ada di koran KOMPAS hari ini

Koq rektorat gtu banget sih ??!! Dan untuk pertama kalinya, saya benar-benar ngerasain hal2 yg bisa berubah bahkan setiap menitnya!! Dan para petinggi-petinggi OSKM 2006 patut diacungi jempol,,, Benar-benar orang terpilih,,,
Sampai detik ini, beliau2 masih punya semangat & effort yang kerasluar biasa supaya OSKM 2006 tetap TERLAKSANA

TETAP SEMANGAT YA PARA PANITIA
SEPERTI YG SDH SDH KALIAN AJARKAN KEPADA KAMI,,,"PERJUANGKAN TERUS APA YG MENURUT KALIAN BENAR"... DAN SETIAP USAHA YG QTA LAKUKAN TDK AKAN PERNAH SIA-SIA.

!! SEMANGAT !!

- ia - 

NB: u/ p’ widyo tlng donk jgn plin plan…
"Sesungguhnya org2 yg t’zalimi,do’anya
dikabulkan" 

Selesai 15:49

 
 
 
 

June 24, 2007

Dialog Dua Hati

Kategori: manusia, syair, islam

Syair ini ditulis alm. ust. Rahmat Abdullah rahimahullah,
disenandungkan dalam bait-bait nasyid Suara Persaudaraan.

Menceritakan kepada kita tentang do’a dan cita-cita.
Sebuah harapan dan ‘azzam terbentuknya unit terkecil organisasi manusia,
keluarga.

Semuanya terangkai dalam satu gubahan yang sederhana,
kental dengan balutan suasana ruhiyah.

Syair nasyid yang selalu membuat saya bergetar
dan sering, entah kenapa, menitikkan air mata..

 

 

Duhai kekasih hati
kugubahkan nasyid ini
s’bagai tanda cinta suci
dalam naungan ilahi

Hari demi hari
bersamamu kulewati
dalam suka dalam duka
dalam meniti ridloNya

Ikrarkan bersama
untuk tetap di jalanNya
bahtera rumah tangga
t’ladankan rosul mulia 

Didik putra-putri
s’bagai amanah ilahi
bekali akhlaq imani
jadikan mukmin sejati

Insya Allah, insya Allah, insya Allah

 

—-
Ust Rahmat Abdullah 

 

June 21, 2007

Saling Berbicara (di Belakang)

Kategori: serius

Dosen bicara tentang mahasiswa,
Dosen masih bicara tentang mahasiswa.

VS

Mahasiswa bicara tentang dosen,
Mahasiswa masih bicara tentang dosen.

 

 

$#*&*)()*+)**&$%$&$*%$&($%(&$%$#*&*)()*+)**&$%$&$*%$&($%(&$%$#*&*)()*+)**&$%$&$*%$@(&^$&$

 

 

 

 

 

Jadi???! 

 

 

June 17, 2007

Bidadari Penyelamat

Kategori: manusia, syair, indonesia

 

Ratu adil?

 

6.30 pagi…
aku sudah terbangun
Matahari bersinar…
tapi tak terasa panas
Setan dalam hati tertawa
Teringat kejadian semalam
Semua bilang aku salah jalan
Tapi nggak ada satupun yang punya peta

Haripun berlalu…
Tak sadar sudah tahunan
Kemana bidadariku pergi…
Yang bisa menyelamatkanku
Seharusnya dia dari tadi…
sudah berada disini
Malaikat hatiku terbelenggu
Akal sehatku pun mati

Semua orang coba-coba untuk menolong
Tapi terdengar seperti menggonggong

Haripun berlalu…
aku tercebur semakin dalam….

 

—-
Slank 

 

 

 

Seperti digambarkan oleh musik tradisional,
kalian selalu menunggu pemimpin yang akan membawa ke kejayaan,
bukannya tiap orang mengatakan bahwa ia-lah pemimpin yang membawa kepada kejayaan itu.

Pram, cuplikan dialog roman "Bumi Manusia"

June 16, 2007

RAN..

Kategori: syair, privasi

Semua yang berawal pastinya akan berakhir
bagaimanakah kiranya kalau sama sekali tidak berawal?

Sudilah sejenak engkau menyimak kata sebentar saja
elegi yang aselinya om sapardi sediakan, dan kini kupergunakan.. 

 

aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu
kepada api yang menjadikannya abu

aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan
kepada hujan yang menjadikannya tiada


 

 

—-
Bandung di subuh hari,
karena sebuah rasa cinta..

June 14, 2007

Prinsip No. 1

Kategori: umum

Saya selalu merasa bingung dengan motto "hidup mengalir laksana air". Bagi saya pandangan hidup seperti ini adalah pandangan hidup yang sangat pragmatis, tidak memiliki pijakan prinsip yang kuat, ikhlas terombang-ambing keadaan, dan hanya cocok bagi orang-orang yang siap terhina dan dihinakan.

Saya berpandangan, bahwa kemuliaan seseorang terletak pada prinsip hidup yang melekat di dalam sanubarinya. Manusia yang memiliki keteguhan seperti itu akan mendapatkan penghormatan dan garis hidup yang berharga.

Manusia akan selalu tersentuh oleh keluhuran pembelaan komitmen. Contoh saja, saya sebagai seorang mahasiswa tak akan bisa melepas begitu saja kesempatan untuk menapaki kembali romantisme, katakanlah, seorang Soe Hok Gie. Salah seorang manusia yang keras kepala dalam membela apa yang dia yakini. Kita, Manusia, sekali lagi, akan selalu memberikan respek pada setiap tindakan penetapan komitmen akan sebuah prinsip. Itu fitrah.

Seorang William Wallace, sampai matinya di tatakan pancung tetap mempertahankan harga diri bangsanya dan kebanggaan prinsip hidupnya yang merdeka. Dia telah menjadi martir, sejarah (minus versi Britania) akan selalu memberikan respek dan penghargaannya yang tinggi. Sejarah akan selalu mencatat orang-orang yang memiliki jiwa kepahlawanan. Orang-orang yang rela berkorban apa saja demi prinsipnya. Memang sejarah juga akan mencatat manusia yang pragmatis, tanpa prinsip dan kekuatan kepahlawanan, tapi catatan tersebut harus puas menempati lembar-lembar terkelam dalam dokumentasi sejarah.

 

Mencoba berkomitmen dan keras kepala tak akan ada salahnya..
 

 

 

June 12, 2007

With God on Our Side

Kategori: syair

Isi tidak sepenuhnya setuju,
Tapi saya selalu suka puitisme satire,,
Cerita Bob Dylan tentang tuhannya..


Oh my name it is nothin’
My age it means less
The country I come from
Is called the Midwest
I’s taught and brought up there
The laws to abide
And that land that I live in
Has God on its side.

Oh the history books tell it
They tell it so well
The cavalries charged
The Indians fell
The cavalries charged
The Indians died
Oh the country was young
With God on its side.

Oh the Spanish-American
War had its day
And the Civil War too
Was soon laid away
And the names of the heroes
I’s made to memorize
With guns in their hands
And God on their side.

Oh the First World War, boys
It closed out its fate
The reason for fighting
I never got straight
But I learned to accept it
Accept it with pride
For you don’t count the dead
When God’s on your side.

When the Second World War
Came to an end
We forgave the Germans
And we were friends
Though they murdered six million
In the ovens they fried
The Germans now too
Have God on their side.

I’ve learned to hate Russians
All through my whole life
If another war starts
It’s them we must fight
To hate them and fear them
To run and to hide
And accept it all bravely
With God on my side.

But now we got weapons
Of the chemical dust
If fire them we’re forced to
Then fire them we must
One push of the button
And a shot the world wide
And you never ask questions
When God’s on your side.

In a many dark hour
I’ve been thinkin’ about this
That Jesus Christ
Was betrayed by a kiss
But I can’t think for you
You’ll have to decide
Whether Judas Iscariot
Had God on his side.

So now as I’m leavin’
I’m weary as Hell
The confusion I’m feelin’
Ain’t no tongue can tell
The words fill my head
And fall to the floor
If God’s on our side
He’ll stop the next war.

 

—-
Bob Dylan

June 11, 2007

Antosan di S2 nya?!

Kategori: privasi

Alhamdulillah, akhirnya ada juga yang dapet A, hehehe… Di semester kerontang ini, ada juga embun penyejuk.

Perancangan Organisasi, TI-3252. Kuliah ni sebenernya bukan kuliah dari jurusan saya, tapi seperti kebiasaan yang lalu-lalu, kuliah yang tidak berkepala FI adalah kuliah-kuliah menyenangkan dan me-refresh lingkungan suram di perjalanan akademik saya.

Jadi ceritanya ikut ngambil karena tertarik sama namanya, keren. Ngerancang-rancang kan kerjaannya orang iseng, yaa seperti saya ini => definitely, no complain, no debat. Dosennya seorang praktisi yang juga konsultan masalah-masalah organisasi, Dr. Ir. S.B. Hari Lubis. Naah, si bapak ini ngomongnya memang pelaaan, plus sering telat juga. Tapi itu semua menjadi sangat tidak berarti dibandingkan dengan pembawaannya yang mantap, serta wawasan dan pengalamannya yang begitu luas.

Cerita-cerita faktual sering beliau sisipkan di setiap kuliahnya. Yang lebih mantep, diskusi yang dibawakan sepanjang kuliah cukup seru dan menantang. Rasanya tak pernah saya merasa ngantuk selama 3 JAM kuliah. Hebat bukan?!

Dari awal saya memang lebih tertarik untuk mendalami disiplin ilmu yang berbasis sosio – humaniora. Di beberapa kesempatan yang ada saya mencoba untuk belajar langsung secara praxist, banyak hal yang saya temui dan menarik saya lebih dalam untuk terjun bebas ke kedalaman hikmahnya. Mungkin di waktu-waktu selanjutnya akan cukup cocok bagi saya untuk lebih berkonsentrasi di disiplin yang menarik ini. 

 

 

Sepertinya..
Another story shall begun.. 
Haha.. 

 

 

Kalimat yang Menyentuhku dengan Lembut

Kategori: umum, manusia

Apa kabar sahabat?

Begitulah bunyi dari larik terakhir sebuah sms yang masuk kira-kira 11 jam yang lalu. Kalimat yang sederhana, mungkin diucapkan karena ketulusan, bisa juga sebagai sebuah basa-basi.

Di balik kesederhanaannya, Saya merasakan ada suatu hal yang istimewa darinya. Sebuah perasaan sayang seakan terpancar dari pertanyaan itu. Pertanyaan yang seperti sentuhan lembut, mengalir ke syaraf-syaraf sensorik dalam belahan otak. Peduli dengan keadaan entitas lain adalah suatu keluarbiasaan manakala kita menerima hipotesis bahwa kemanusiaan itu cenderung memiliki karakter yang egois, selfish.

Manusia selalu membutuhkan pengakuan. Eksistensi dan harga diri adalah sesuatu yang mahal dan selalu diperjuangkan oleh manusia dengan beragam bentuk dan caranya. Saya dulu cukup bandel, sering tidak mau nurut sama orang tua atau ustadz di sekolah. Motivasi yang mendasari selalu berasal dari kehausan akan perhatian dan keinginmenangsendirian. Pun, hal itu terjadi saat ini. Saat nilai-nilai kepahaman sudah mencoba untuk mengekspansi wilayah pikir di otak. Tetap, eksistensi dan harga diri selalu ingin menampilkan bentuknya dalam varian-varian tindak-tanduk.

Menekan egoisitas pribadi adalah hal yang bisa jadi sangat sulit. Alangkah bahagianya orang yang bisa terlepas dari kungkungan karakter dasar tersebut. Menyalurkan seluruh energinya untuk kebahagiaan yang menular, menginfeksi orang-orang di sekelilingnya. Friendly and hospitable. Seperti ungkapan seorang penyair Byron, "Untuk berbahagia, seseorang harus berbagi. Kebahagiaan hanya lahir dari kebersamaan".

.....................

REPLY > Saya baik-baik saja. Engkau sendiri?! > OK > SEND

Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Ian Main