Soliter

May 2, 2007

Untuk Adindaku..

Kategori: syair, privasi

Bismillahirrahmanirrahim

Teruntuk adinda yang selalu berada di hati dan pikiranku
Buat adinda yang mungkin kini sedang menunggu-nunggu
Kepada adinda yang belum ku tahu siapa dan seperti apa raut dirimu 

Taqdir Allah akan selalu menyertai kebersamaan setiap insan
Termasuk kita saat ini
Waktu takkan pernah bisa mengikis ikatan kita
Sebaliknya, waktulah yang akan memperkokoh ikatan kita
Karena adindaku…
Suratan ini telah diteguhkan di lauhul mahfudz

Adindaku tercinta
Sungguh rindu hati ini bertemu denganmu
Sungguh rindu hati ini berdzikir bersamamu

Adindaku…
Mungkin selalu dan selalu terpikir olehmu betapa pengecutnya diriku
Mungkin selalu dan selalu terlintas kekesalan-kekesalan dalam benakmu tentangku
Mungkin selalu dan selalu hatimu tak rela dalam penantian-penantian panjangmu
Mungkin selalu dan selalu kau ingin berkata: “Kemanakah dikau pelipur lara? Penuntunku di dunia dan akhirat? Apakah kau masih malu untuk menampakkan dirimu dihadapanku? Aku telah siap untuk kau jemput, aku telah siap untuk kau jumpa, aku telah siap… tapi apakah kau masih malu?"

O Adindaku…
Terasa bergetar hati ini
Terasa ditarik-tarik jantung ini

Kuatkanlah diriku ya Allah…
Aku tidak  ingin sepengecut ini…............................

 

—-
Bandung
di syahdunya separuh malam

 

 

 

Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Ian Main