Soliter

April 30, 2007

Pacaran Halal

Kategori: manusia, islam

emoticon emoticon emoticon emoticon emoticon emoticon emoticon emoticon emoticon

Artikel lucu dan menggugah. Saya postkan di sini saja, sekalian nyimpen, daripada di hd pribadi, suka ga dibaca lagi => ga manfaat.

Kalo ada yang mau baca dan menyebarkan silakan-silakan saja, sudah diridloi oleh penulis aslinya emoticon. Mudah-mudahan bisa memberikan manfaat (terutama buat yang berjenis kelamin perempuan emoticon)

 

- – - – - – - 

PACARAN HALAL
Sebagai Proses Penjajakan, Percayalah Kepada Cowok
(tidak mengandung ayat dari kitab agama manapun)

 


Jangan salah persepsi. Tulisan ini sama sekali tidak membenarkan judul di atas. Hanya sebagai umpan untuk menarik perhatian pembaca.

Berdasarkan dari betapa mudahnya wanita diperdaya oleh lelaki/cowok. Bahkan dengan sangat angkuhnya wanita sering berpendapat bahwa dirinya tidak akan mudah termakan rayuan gombal lelaki. Itu benar, karena dimasa sekarang ini tidak ada lelaki yang bibirnya bisa mengucapkan rayuan gombal seperti film-film Indonesia tempoh doeloe. Tetapi dengan pendidikan dan teknologi yang berkembang, metode kami berubah (red:cowok).

Kami bisa memanfaatkan semua SDM dan SDA yang ada di sekitar kami untuk menunjang tegaknya diagnosa “SERIUS” dihadapan target (wanita). Apakah property “nebeng”? Oh tidak! Bahkan hanya dengan kesederhanaan, malah jadi pamungkas yang cukup jitu untuk meluluhkan hati wanita incaran kami. Karena dengan kesederhanaan dan property seadanya, akan mendatangkan kesan ketulusan dan bersahaja. Yang kemudian menimbulkan cinta sepenuh hati, berakibat kepasrahan. Ini fokusnya, kepasrahan yang artinya diriku sepenuhnya kuserahkan padamu, termasuk my virgin (klo masih).

Wahai wanita, tidak semua diantara kami kaum lelaki mengincar hartamu, yang merupakan incaran kami sebenarnya adalah SEX, sejauh mana dirimu memberikan rasa penasaran kepada kami, selama itu pula kami sanggup bersandiwara dengan sekuat tenaga kami. Mengapa kami sebut sandiwara? Karena kami menyimpulkan bahwa yang telah beristeri saja masih banyak yang selingkuh (meski tidak semuanya).

Pernikahan yang kejelasan statusnya dilindungi oleh hukum agama dan UU Negara, masih sering kami injak-injak. Apalagi status pacaran? Yang sama sekali tidak dikuatkan oleh peraturan manapun. Artinya seorang cowok bisa saja berpacaran dengan seribu cewek dalam waktu bersamaan atau sebaliknya. Maka jadilah pemuda-pemudi bangsa ini sebagai pakar zina, dari yang kecil sampai yang besar.

Tapi masalah jadi bangsa apa bukan urusan kami, selagi kami masih bisa menikmati kenikmatan dunia lewat tubuh wanita secara free, maka paradigma “Pacaran sebagai proses penjajakan” akan selalu kami sebarkan dengan cara apapun.

Sex dengan pacar sendiri sangat berbeda rasanya dengan sex dengan pelacur manapun dengan harga pakai berapapun. Sebab wanita yang selalu jadi target kami tentunya bersih, sehat, bebas penyakit menular seks (PMS), terawat dan terdidik.

Soal kaya atau miskin si target itu bisa disesuaikan. Maksudnya apabila kami telah sukses memperdaya hati target, maka keadaan keuangan akan sangat mudah dikendalikan berdasarkan scenario “rasa pengertian” yang kami ciptakan di hati target. Pulsa yang kami keluarkan untuk menjalin kedekatan tidak sebanding dengan kenikmatan yang menanti kami.

Target berjilbab? Bisa sukses bisa juga tidak.
Usaha kami dalam berburu “kenikmatan” terhadap target berjilbab memerlukan beberapa trik tambahan. Tetap bersikap sederhana, apa adanya, bersahaja, pengakuan terhadap kekurangan diri, bersikap humoris dan sedikit bumbu religi yang didapat dari ceramah ustadz-ustadz di televisi bisa jadi referensi tambahan.

Usaha kami sukses terhadap target yang berjilbab yang juga masih berpakaian ketat, sehingga jilbab kadang-kadang hanya menutupi rambutnya dan tidak menutupi ukuran “hardware” indahnya. Kulit target yang halus mulus karena sering tertutup dari polusi udara dan matahari memberikan sensasi yang tidak sama dengan target tidak berjilbab pada umumnya.
Luar biasa

Usaha kami gagal apabila target berjilbab tapi juga berpakaian yang lebar, sehingga tidak tampak keindahannya lewat mata secara fisik, tapi kami sangat yakin dibalik pakaian yang lebar itu tersimpan lebih banyak keindahan. Kami kurang pasti penyebab kegagalan usaha kami terhadap target tersebut, bisa jadi keteguhan target dalam memegang keyakinan bahwa keindahan yang mereka miliki merupakan “harta berharga” yang hanya akan disuguhkan kepada suami mereka nantinya.

Kenyataan yang menggembirakan adalah target “kokoh” semacam ini berjumlah sangat sedikit jika dibandingkan dengan total target “empuk” yang banyak tersedia di sekitar kami.

Pada umumnya target menginginkan “keseriusan”. Ketidaktahuan mereka terhadap makna kata serius ini yang sering kami manfaatkan sebagai peluluh hati mereka. Trik yang kami gunakan bermacam-macam, mulai dari kirim sms yang bertuliskan “Aku serius lho sama kamu”, telepon diatas jam 23.00 (tarif murah) untuk bicara panjang lebar dengan topik yang dipilih secara random. Ini trik yang paling sederhana dan cukup jitu untuk target yang masih lugu atau pura-pura lugu soal keseriusan hubungan. Maksudnya walau target sudah mengerti tentang trik yang kami jalankan dalam meraih target, tapi seiring waktu dan semangat kami yang tidak berputus asa dalam menjalankan skenario, cepat lambat target yang dulunya pura-pura lugu akan luluh akhirnya melihat semangat tulus palsu kami.

Jika tujuan utama kami yaitu tubuh indah target belum didapatkan, maka bukti keseriusan palsu kami dapat dikuatkan dengan memboyong mereka ke orang tua kami atau sebaliknya, kami bersedia diboyong ke orang tua target. Sampai disini saja keberanian kami untuk bermain dengan kata serius, untungnya karena 99% target telah takluk pada level trik ini.

Kenyataan yang juga menggembirakan kami adalah apabila ternyata orang tua kami atau oramg tua target juga memiliki paradigma “Pacaran adalah proses penjajakan” atau “Pacaran adalah proses yang harus dilalui oleh remaja normal”.
Luar biasa
Target yang telah beranggapan bahwa “inilah jodohku”, dengan paradigma ini kami telah mendapatkan kepercayaan penuh dari segala pihak untuk memperlakukan target semau kami. Termasuk menikmati kenyamanan sensasi seks penuh gratisan yang kami tunggu-tunggu selama perjuangan. Tidak perlu buru-buru, karena kami sangat dan sangat memperhatikan situasi, kondisi dan domisili.

Soal dikemudian hari kami bosan dengan target yang sudah habis manisnya karena kami hisap atau muncul target baru yang lebih segar, maka skenario pelepasan diri dapat dijalankan dengan berbagai alasan. Sangat mudah melakukannya mengingat semua manusia memiliki kekurangan, kekurangan inilah yang harus diangkat ke permukaan dan menjadi pokok bahasan yang berlanjut dengan putusnya hubungan. Alasan ketidakcocokan bisa menjadi penangkal pertanyaan orang tua masing-masing pihak.

Putus. Juga merupakan jalan baru bagi kami untuk memulai skenario pengejaran target baru. Tampang berduka, bahkan tampang tegar paska putus pun bisa menjadi pesona di hadapan target baru ini. Tentunya kami tidak meninggalkan trik-trik peluluhan hati yang kami terapkan terhadap target-terget sebelumnya seperti sederhana, tampil apa adanya, bersahaja, sedikit ditambah bumbu humoris karena target pada umumnya ingin dekat dengan orang yang selalu bisa membuatnya tersenyum dalam setiap keadaan. Target selalu ingin merasakan aman, nyaman, disayang, diperhatikan (beberapa). Maka sedaya upaya kami akan ciptakan suasana tersebut hanya didekat kami. Persepsi bahwa di dekat kami maka target merasa aman, nyaman, tenang, tersenyum, dan damai merupakan paradigma yang harus kami ciptakan di dalam kepala target.
Untuk kesekian kalinya kami selalu sukses dalam pencapaian tujuan kami, menjadikan kami sangat berpengalaman dan cerdas dalam program ini, dengan atau tanpa hambatan sama sekali. Sungguh indah dunia ini, dipenuhi dengan target-target berpendidikan tapi bodoh yang menunggu giliran untuk kami habisi.

“Ahh, saya kan gak pernah serius klo pacaran, ngapain takut!”
Jika terget berfikiran seperti kata-kata di atas, maka pemikiran seperti ini juga merupakan peluang besar bagi kami untuk memulai skenario peluluhan hati. Yang kami utamakan lebih dahulu adalah mengadakan ikatan super tidak jelas bernama Pacaran, soal cinta atau tidak, itu cuma masalah waktu. Trik-trik yang kami lancarkan akan mengubah keadaan hati target seiring waktu yang dilalui bersama-sama dan komitmen semu tentang pacaran yang kami atau orang lain ciptakan.

“Ahh, tidak semua cowok seperti itu, cowokku ga gitu and ga mungkin begitu!”.
Kata-kata sejenis ini merupakan tolak ukur keberhasilan skenario BHSP (Bina Hubungan Saling Percaya) yang nantinya menjadi peluang besar untuk mendapatkan tubuh target di kemudian hari. Karena salah satu yang kami ingin bentuk adalah pendapat target bahwa kami adalah cowok yang berbeda dengan cowok pada umumnya.

Jika Anda wanita berpenampilan menarik atau tidak, bertubuh indah baik tertutup atau tidak, mencari keseriusan hubungan, mencari cinta dari sesama manusia tanpa pemahaman yang jelas…
Maka Anda target kami berikutnya

Wahai wanita, ketahuilah bahwa seorang laki-laki yang benar-benar serius terhadapmu akan datang kepada orang tuamu dengan berkata “Pak, saya ingin menikahi putri Bapak, sekarang saya punya penghasilan Rp…../bulan, dst”, sedangkan laki-laki yang benar-benar serius ingin menghabisimu akan datang langsung kepadamu dengan berkata “Maukah kamu jadi pacarku?”.

Puncak kehinaan wanita ketika ia menerima tembakan seorang lelaki untuk jadi kekasihnya.
Puncak kemuliaan wanita ketika orang tua/walinya mempertimbangkan lamaran seorang lelaki untuk jadi isterinya.
Hancurkan harga diri dengan pacaran, muliakan diri dengan …

Tidak ada solusi termuat dalam tulisan ini, meskipun solusinya tertulis tetapi tidak akan menghentikan kegiatan kami, kami hanya bisa berhenti jika semua target mengaplikasikan solusi yang sebenarnya sudah mereka tahu.
Pacaran sebagai proses penjajakan, penjajakan = peng”injak-injakan” atau pen”jaja”an.
Jika Anda belum pacaran, Nantikan kehadiran kami di sisi Anda!
Jika Anda telah putusan, Nantikan juga kehadiran kami di sisi Anda!
Jika Anda masih pacaran, maka tunggu tanggal “main” kami bersama Anda!


Wallahua’lam bisshawab
Cyber City Net 30.10.2006 at 02.22 am

Jika saudara-saudari setuju dengan tulisan penulis yang penuh kekurangan ini, penulis izinkan kopy paste aja n kirim ke teman2 di luaran sana, bebas diedit.
Artikel ekstrem ini asli karangan Admin Cyber City Net,
Merupakan 99% pengakuan diri dari pengalaman hidup dan argumen murni yang keluar dari kepala botaknya,
tanpa saduran dari buku atau website manapun.
Penulis tidak mendapat kerugian atau keuntungan sepeser pun dari tersebarnya artikel ini
Kritik, saran, protes, hinaan dan cacian ditunggu di irgunawan_spk@yahoo.co.id atau irgunawan.spk@gmail.com

- – - – - – -

 

Sahabat Dalam Bungker Yang Sama

Kategori: manusia, kampus

Baiklah, saatnya memperkenalkan sahabat-sahabat seatap yang dengan senang hati mau berkubang bersama dalam kesemrawutan bungker laboratorium DSP untuk merangkai Tugas Akhir (TA) masing-masing.

Secara umum, kehidupan dalam bungker ini sangat liar sekali emoticon becandanya galak-galak, tampol sana tampol sini. Tapi anehnya terus aja rukun.

Yang pertama, berinisial AA. Hobinya nantangin catur, sayangnya skill tidak sebanding dengan kemampuan. Pandai berbual-bual (diartikan dalam bahasa Indonesia) dan narsis. Kata temen-temen, beliau nih kalo serius, mulutnya agak menjorok ke depan emoticon piss ah. Saat ini AA sedang tekun mengerjakan Tugas Akhirnya di komputer sebelah, yaaaah semoga bisa lulus juli ya bro..

Yang kedua berinisial ZA. anak-anak se-lab mempunyai panggilan sayang: ”Si Bolang”. Orang Indonesia bagian Timur. Punya ketahanan mental dan fisik yang prima, cuma yaa itu, suka ngerokok emoticon. Teman yang bisa diandalkan. Si dia juga punya talenta menjadi pendengar yang baik, sehingga ternobatkan menjadi rekan curhat para adik-adik kita di kampus.

Yang ketiga, SW. Kalo ngomong suka nggak kedengeran, kacamatanya tebel, hobi maen bola, pendukung beratnya MU, pinter. Pernah teranugerahi gelar kakak tergalak di ospek jurusan. Yang saya salut dari beliau adalah komitmen dan solidaritasnya. Waktu kita di-os dahulu kala, beliau satu-satunya yang ga pernah absen emoticon. Ok bro, pesen saya mah, jangan gampang marah ya?! Tambah jelek lu emoticon.

Selanjutnya AK. Seorang pemalu yang saat ini menjadi kaisar di lab kami emoticon, programmer ulung. Waktu TPB di tahun pertama kuliah, kita sering maen Winning bareng, dulu sih bertiga, three musketeer kata orang, bersama salah seorang rekan lain. Hwehehe, pokoknya soulmate pisan baheula mah.

MY adalah yang berikutnya. Kalo pernah nonton dorama jepang yang judulnya Kekkon Dekinai Otoko, si MY ini sangat cocok dengan pemeran utama pria di dorama tsb. Perfeksionis, suka musik klasik, hobby masak (katanya kita mau dibikinin spaghetti spesial lho), aktivis tarung derajat emoticon, ketua os Himpunan generasi 2003.

Yang keenam, TN. Jawara Banten, tapi bobotoh setia Persib. Saat ini sedang belajar expert system untuk kelangsungan hidup TA yang bersangkutan. Danlap sangar dari angkatan 2003 Himafi. Satiris yang lembut, cuma sayangnya super usil emoticon. Suka sradak sruduk juga n keliatan kasar, tapi dijamin hatinya baik (huekhuek). Sama seperti SW, TN adalah pecinta MU.

Lalu akhirnya, FC, sang tetua! Sebetulnya doi sudah lulus S1, tapi sudah siap-siap mau melanjutkan S2. Paling tua di antara kita berdelapan, tetapi herannya wajah yang bersangkutan tidak lebih tua dari kami emoticon Apa resepnya sih om?! Suka Momusu, dorama, film2 bermutu tinggi. Agak tertutup tapi orangnya ramah dan hangat, nah lho?!%$#$ Saat ini kita sedang berharap-harap cemas menunggu undangan traktiran dari beliau emoticon.

Begitulah..

Manisan

Kategori: syair

hidup itu manis..

semanis mangga mengkal
manisnya serang tenggorokan

semanis mangga matang
manisnya sampai ke tulang

semanis mangga busuk
manisnya meracun di kerongkongan

tinggal pilih..

 

—-
Bandung
13 Mar 2007, 07:29 AM

 

 
—- 

 

Doa Serdadu Sebelum Berperang

Tuhanku,
WajahMu membayang di kota terbakar
dan firmanMu terguris di atas ribuan
kuburan yang dangkal

Anak menangis kehilangan bapa
Tanah sepi kehilangan lelakinya
Bukannya benih yang disebar di bumi subur ini
tapi bangkai dan wajah mati yang sia-sia

Apabila malam turun nanti
sempurnalah sudah warna dosa
dan mesiu kembali lagi bicara
Waktu itu, Tuhanku,
perkenankan aku membunuh
perkenankan aku menusukkan sangkurku

Malam dan wajahku
adalah satu warna
Dosa dan nafasku
adalah satu udara.
Tak ada lagi pilihan
kecuali menyadari
– biarpun bersama penyesalan -

Apa yang bisa diucapkan
oleh bibirku yang terjajah ?
Sementara kulihat kedua lenganMu yang capai
mendekap bumi yang mengkhianatiMu

Tuhanku
Erat-erat kugenggam senapanku
Perkenankan aku membunuh
Perkenankan aku menusukkan sangkurku

 

—-
W.S. Rendra
Mimbar Indonesia
Th XIV, No. 25
18 Juni 1960

 

 

Seueur Damelan

Kategori: privasi

Beuuh.. kebiasaan lama berulang kembali.

Banyak kerjaan yang harus diselesein, jadinya
1. tak berminat mengerjakan apapun
2. tak berminat mengerjakan apapun
3. tak berminat mengerjakan apapun
4. tak berminat mengerjakan apapun
5. tak berminat mengerjakan apapun
6. tak berminat mengerjakan apapun
7. tak berminat mengerjakan apapun

tapi bagaimanapun juga
1. harus dikerjakan
2. harus dikerjakan
3. harus dikerjakan
4. harus dikerjakan
5. harus dikerjakan
6. harus dikerjakan
7. harus dikerjakan

aha, terpikir sesuatu
1. mulai ah..
2. mulai ah..
3. mulai ah..
4. mulai ah..
5. mulai ah..
6. mulai ah..
7. mulai ah..

Kalo anda ada waktu dan rasa simpati, mohon do’akan saya..

terimakasih.

April 19, 2007

Persib Nu Aing!

Kategori: umum

Judul di atas adalah kalimat yang jadi jargonnya para bobotoh Persib di seluruh tatar pasundan, baik yang terorganisasi seperti Viking, Bomber, Rebolan, Jurig Persib, Casper dan Persib-1337; maupun yang tidak terorganisasi dan tersebar di seluruh Nusantara.

Rabu kemarin (18/4) Maung Bandung harus menelan kekalahan di stadion Surajaya, Lamongan, kandang-nya Persela. Rada sakit memang, karena kekalahan tersebut diputuskan pada menit-menit akhir, akibat pelanggaran yang dilakukan Suwita Pata.

Komentar?
"Sib, nanaonan meuli si Bekamenga mahal-mahal, mending oge meuli wasit ka PSSI." (seorang bobotoh, sebut saja Mawar <" alt="" border="0" />—[if !vml]—>emoticon- taken from PR). Mungkin ini adalah bentuk kekecewaan terhadap kepemimpinan wasit di pertandingan tersebut.

Alhasil, saat ini persib berada di posisi runner-up dengan point 30 dari 15 kali partai yang sudah dilaksanakan. Tentu saja kesempatn menjadi jawara di musim 2006/2007 ini masih terbuka, dengan catatan kekalahan-kekalahan semacam ini tidak terjadi banyak-banyak :)

Persib, Persatuan Sepakbola Indonesia Bandung, secara resmi didirikan pada tahun 1933, tepatnya tanggal 14 maret. Persib adalah salah satu Klub perserikatan yang masih eksis sampai saat ini, dan menjadi klub kecintaan warga sunda.

Mengapa tim sepak bola ini sangat dicintai oleh warga pasundan (Paling tidak, porsinya lebih dibanding dengan klub-klub lain yang berada di Jawa bagian barat)?

Mungkin jawabannya, selain karena usianya yang sudah cukup tua, Persib adalah milik rakyat kelas bawah dari awalnya. Merupakan gabungan dari klub-klub sepak bola pribumi: SIAP, Soenda, Singgalang, Diana, Matahari, OVU, RAN, HBOM, JOP, MALTA, dan Merapi. Pada saat itu (1933) di Bandung ada pula klub lain yang disponsori oleh Belanda, Voetbal Bond Bandung & Omstreken (VBBO), pastinya cukup terasa sekali ego dan nasionalisme rakyat Bandung saat itu yang akhirnya merembet ke masyarakat jawa bagian barat yang lain.

Pernah berkandang di Tegallega dan Ciroyom, Lapangan UNI, Lapangan SIDOLIG, dan Lapangan SPARTA (kini Stadion Siliwangi). Persib telah menorehkan sejarah prestasi yang unik, klub sepak bola yang menjuarai kompetisi perserikatan terakhir (1994) dan menjadi jawara pertama dalam Liga Indonesia modern (1995). Lengkapnya, Persib telah membukukan 8 kali runner-up dan 5 kali juara kompetisi perserikatan serta satu kali juara Liga Indonesia.

Berikut prestasi-prestasi yang pernah diraih oleh Persib dari kurun waktu 1933 sampai dengan 2007: 

  • Kompetisi Perserikatan 1933 Runner-up (masih bernama BIVB Bandung)
  • Kompetisi Perserikatan 1934 Runner-up (masih bernama BIVB Bandung)
  • Kompetisi Perserikatan 1936 Runner-up
  • Kompetisi Perserikatan 1937 Juara
  • Kompetisi Perserikatan 1950 Runner-up
  • Kompetisi Perserikatan 1959 Runner-up
  • Kompetisi Perserikatan 1961 Juara
  • Kompetisi Perserikatan 1966 Runner-up
  • Kompetisi Perserikatan 1982/83 Runner-up
  • Kompetisi Perserikatan 1984/85 Runner-up
  • Kompetisi Perserikatan 1986 Juara
  • Kompetisi Perserikatan 1990 Juara
  • Kompetisi Perserikatan 1994 Juara
  • Liga Indonesia 1994/1995 Juara

12 tahun, sudah cukup lama persib paceklik juara, kita lihat apakah musim ini akan menjadi titik balik, ataukah Persib masih harus puas dengan lumbung prestasinya yang terus kosong?!

 

 

 

"Saya juga bobotoh, bobotoh yang cinta damai, bobotoh yang bangga dengan luhungnya budaya keramahan dan persaudaraan sunda, bobotoh yang santai…"

 

April 18, 2007

Sungguh Aku Cinta

Kategori: syair, islam

Betapa inginnya kami agar umat ini mengetahui
Bahwa mereka lebih kami cintai daripada diri kami sendiri
Kami berbangga ketika jiwa-jiwa kami gugur
Sebagai penerus bagi kehormatan mereka
Jika memang tebusan ini yang diperlukan
Atau menjadi harga bagi tegaknya kejayaan, kemuliaan
Dan terwujudnya cita-cita mereka
Jika memang itu harga yang harus dibayar
Tiada sesuatu yang membuat kami bersikap seperti ini selain rasa cinta yang telah mengharu biru hati kami
Menguasai perasaan kami, memeras habis air mata kami
Dan mencabut rasa ingin tidur di pelupuk mata kami
Betapa berat rasa di hati
Ketika kami menyaksikan bencana yang mencabik-cabik umat ini
Sementara kita hanya sanggup menyerah
Pada kehinaan dan pasrah oleh keputusasaan
Sungguh, kami berbuat di jalan Allah untuk kemaslahatan seluruh manusia
Lebih banyak dari apa yang kami lakukan untuk kepentingan diri kami
Kami adalah milik kalian wahai saudara-saudara tercinta
Sesaat pun kami tak akan pernah menjadi musuh kalian

 

—-
Hasan Al-Banna

Tentang Saya (1) : Introduction

Kategori: manusia, privasi

Sederhana dan tahan lama… :)

Zamzam Badru Zaman

Nama saya Zamzam Badru Zaman, lahir tengah malam jam 12 lewat 12 menit (00:12), terhitung tanggal 3 Juli 1985. Sudah taqdir Allah saya dilahirkan waktu purnama sedang indah-indahnya emoticon, itulah mengapa ada kata ‘Badru’ sebagai nama tengah saya.

Masuk pendidikan sekolah dasar umur 6 tahun. Sekolah full dari pagi sampai sore hari selama kurang lebih 7 tahun (pagi -> siang : MI Tarbiyatul Falah, siang -> sore: TKA Tarbiyatul Falah lalu MD Tarbiyatul Falah), ditambah acara rutin mengaji di masjid sebelah rumah dari ba’da maghrib sampai waktu yang tidak menentu ~> bisa sampai tengah malam emoticon.

Kenangan indah di waktu kecil? Kebanyakan adalah cerita jahil dan kejahatan-kejahatan amatiran sesosok anak-anak yang tidak perlu kiranya diceritakan di sini emoticon.

Masa SLTP dilalui di sebuah lembaga pendidikan milik negera: SLTPN 1 Cicurug. Di sinilah saya mulai mengecap arti ego dan kompetisi. Ehm, cinta monyet pun ikut-ikutan berkembang juga. Saya adalah satu diantara sedikit anak madrasah yang mau masuk ke sekolah ini. Kelas 1 dan 2 di SLTP masih terbilang sangat baik, saya mampu berada di jajaran siswa kelas unggulan. Barulah di perpindahan ke kelas tiga kejatuhan itu terjadi: didepak dari kelas unggulan, peringkat 4 kelas dari belakang, dan pastinya terkucil. Marah, sedih, benci, iri, malu bergabung jadi satu. Jelek memang, tapi itulah yang membuat saya meledak dalam akhir akademik yang manis di jenjang SLTP

Berlanjut kemudian ke SMUN 1 Sukabumi. Seorang badung yang tukang kesiangan akhirnya terperosok ke jurang rohis sekolah. Di Rohis ini perubahan pola pikir ke arah (yang semoga memang benar2) lebih baik terjadi dalam diri saya, proses pencarian jati diri dimulai di sini. Jadi, ceritanya akan cukup panjang untuk nanti diceritakan kembali di postingan berikutnya emoticon.

Akhirnya kampus ITB jadi tempat singgah berikutnya. Program studi Fisika, alhamdulillah  (sayang sekali banyak yang mengira saya salah masuk jurusan emoticon). Kehidupan kampus saat ini saya jalani dengan keberagaman perilaku yang indah dan mencerahkan.

Yup, inilah sekelumit cerita tentang makhluq faqir yang sedang belajar..

April 17, 2007

Merenungi Salam Kita

Kategori: islam

Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh..

Ungkapan paling indah untuk mendo’akan saudara. Diucapkan dari ustadz yang mungkin paling sholeh, sampai pejabat yang mungkin paling bangsat. Menjadi kata hiasan di setiap pembukaan penampilan. Diucapkan oleh orang di kegiatan masjid, juga di acara-acara kafe. Terlontar dalam hajatan resmi maupun tidak resmi.

Waktu saya kecil dulu, kata-kata ini keluar begitu saja tanpa terpikirkan makna yang terkandung di dalamnya. Semakin besar, semakin tahulah saya kekuatan kalimat ini.

Seringkali salam ini saya lantunkan dulu hanya untuk menunaikan kewajiban. Saat masuk ke kelas, saat masuk ke rumah, saat membuka pidato di muhadloroh masjid tingkat RT (saya pernah jadi juaranya lho :D ). Masih, tak terpikir makna yang terkandung dalam kalimat indah ini.

Penghujung ibtidaiyah, Ustadz di kampung saya yang merangkap juga kakek tercinta menghadiahi taushiyah yang menjelaskan makna dari sebaris kata salam tersebut. Bahwa mengucapkan kata-kata di atas adalah kewajiban kita terhadap saudara sesama muslim. "Ooooh..", kurang lebih itu yang  saya bilang. Jelas taushiyah ini membekas dalam hati, tapi bekasnya cuma sedikit :) perlu ada lagi yang mengubak hati ini supaya bekasnya lebih dalam.

Terus, terus, dan terus. SLTP, SMU, Kuliah. Saya semakin familiar dengan salam ini. Semakin banyak materi belajar yang menyenggol tafsirnya. Semakin banyak pengalaman-pengalaman yang dihasilkan darinya. Dan saya pun semakin bisa merenungkan kekuatan di baliknya. Sungguh, benar-benar Allah maha penyayang kepada kita dengan mengajarkan salah satu do’a terindahnya.

Perjalanan hidup memang jadi syarat pendahuluan untuk menjadikan seseorang mampu memaknai perilakunya. Saya, anda, kita semua, juga sedang melalui proses tersebut. Insya Allah waktu akan membuktikan.

Terakhir saudaraku.. Wassalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh

Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Ian Main